Kader Berijtihad Untuk HMI

Oleh: M. Alwi Hasbi Silalahi

OPINI  JUM'AT, 11 MEI 2018 , 13:50:00 WIB

Kader Berijtihad Untuk HMI

M. Alwi Hasbi Silalahi

RMOL. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) adalah organisasi mahasiswa tertua di Indonesia. Lahir di tahun 1947 dan masih menunjukkan eksistensinya hingga hari ini membuktikan bahwa HmI adalah organisasi yang memiliki kualitas dan kuantitas  yang mempuni dilihat dari sisi kadernya. Sejarah perjuangan HMI mulai dari dua tahun setelah kemerdekaan hingga hari ini juga tidak bisa dipandang sebelah mata.

Kontribusi kader HMI terhadap perubahan Negara cukup besar, mulai dari mempertahankan kemerdekaan yang bersamaan dengan proses perkembangan HmI diawal kelahiran, perjuangan angkat senjata melawan PKI di Madiun hingga puncaknya pada gerakan G30SPKI, hingga reformasi negeri di era 1998 para kader HMI ikut ambil bagian pada proses itu. Hasilnya cukup besar dan sangat dirasakan, bagi HMI sendiri hingga hari ini HMI masih berdiri kokoh, hingga kader-kader HMI yang dalam skala cukup besar menempati posisi strategis di pemerintahan hari ini sehingga HMI didaulat menjadi organisasi terproduktif menghasilkan elit politik negeri.

Kader HmI Dalam Sejarah Perjuangan.

Penulis melihat sejarah HMI melalui catatan-catatan yang dibuat dan dibukukan oleh Kakanda (alm) Agus Salim Sitompul. HmI diawal pembentukannya bertujuan untuk tiga hal. Menjaga NKRI, menjaga nilai-nilai keIslaman dan menyatukan Mahasiswa Muslim yang ada di Indonesia. Tidak mudah tentunya untuk mengembangkan HMI di awal dibentuknya dengan tujuan-tujuan yang sangat berat untuk di emban. Pandangan miring terus dilontarkan terhadap pembentukan HMI. Namun Ayahanda Lafran Pane sebagai penggagas berdirinya HMI tidak sedikitpun bergeming. Upaya-upaya melaksanakan tiga hal yang menjadi tujuan seperti disebutkan diatas beriringan dengan upaya menyebarluaskan HMI di pelosok nusantara terus dilakukan oleh kader-kader HMI saat itu. Hasilnya HMI mampu mengembangkan sayapnya dengan terbentuknya cabang-cabang HmI di beberapa bagian di Indonesia.

Setelah fase Berdiri dan Pengokohan (5 Feb 1947 - 30 Nov 1947) telah terlewati. HmI harus masuk ke Fase perjuangan bersenjata dan perang kemerdekaan, serta menghadapi penghianatan I PKI (1947-1949). Pembentukan Corps Mahasiswa (CM) oleh Wakil Ketua PB HMI Ahmad Tirto Sudiro dengan komandan Hartono Wakil Komandan Ahmad Tirto Sudiro, menjadi bukti HMI serius untuk ikut membantu pemerintah menumpas pemberontakan PKI di Madiun. HMI mengerahkan CM mengikuti Tentara Nasional Indonesia ke gunung-gunung untuk menumpas PKI. Hal ini menjadikan HMI menjadi organisasi yang sangat dibenci PKI.


Komentar Pembaca
Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 21:00:00

Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 13:00:00

Jegal OSO Nyaleg, KPU Bisa Kena Sanksi Etik Dan Pidana
Papan Bunga 'Pembunuhan Janda'

Papan Bunga 'Pembunuhan Janda'

SELASA, 23 OKTOBER 2018 , 14:29:00

Bercanda Bareng Warga

Bercanda Bareng Warga

SENIN, 22 OKTOBER 2018 , 08:56:00

Salat Ghaib

Salat Ghaib

JUM'AT, 02 NOVEMBER 2018 , 17:44:00



The ads will close in 10 Seconds