>

Waspada Pemilu 2019

Ketika Rakyat Sadar, Pesimisme, Apatisme Rakyat Terhadap Elit Partai Politik

Oleh : Bayu Subronto, SH

OPINI  MINGGU, 13 MEI 2018 , 21:37:00 WIB

Ketika Rakyat Sadar, Pesimisme, Apatisme Rakyat Terhadap Elit Partai Politik

Wahyu Subronto/RMOLSumut

Nuansa Politik yang terjadi saat ini memberikan Optimisme bagi masing-masing kubu sehingga membuat masyarakat hari ini masuk kedalam perangkap para
elit-elit partai politik. bahwa akibat hadirnya nuansa konsep beradu tagar #2019GantiPresiden Vs 2019TetapJokowi memicu suatu dinamika yang berdampak pada terbentuknya suatu perpecahan dikalangan masyarakat. Bila kita melihat di media massa (cetak dan elektronik) maupun media social yang tengah menjadi viral, yang terjadi di beberapa wilayah mengakibatkan timbulnya pemicu konflik horizontal antar masyarakat itu sendiri. konflik tersebut bisa dikatakan lebih mengedapankan ego terhadap seorang sosok atau mengendepankan politik identitas dari masing-masing kubu.

Namun akibat adanya antuasisme masyarakat terhadap ber-adu tagar melalui media social dapatlah dikatakan bahwa Pesta Demokrasi 2019 sepertinya akan memberikan angin segar terhadap Komisi Pemilihan Umum Bahwa adanya suatu jaminan dalam peningkatan jumlah pastisipasi pemilih dalam mensukseskan
Pemilu Serentak 2019. Namun disisi lain, Nuansa politik yang terjadi juga bisa menjadikan ancaman terhadap Komisi Pemilihan Umum yaitu munculnya persepsi masyarakat menjadi muak dan bosan dikarenakan nuansa politik yang disajikan saat ini sama sekali tidak memberikan pendidikan politik yang baik bagi penyelenggaraan pemerintahan serta tidak adanya nuansa yang memunculkan suatu gagasan atau konsep bagaimana mereka (para elit politik partai) membangun Negara Indonesia ini secara bersama-sama dan saling bergotong-royong.

Artinya masyarakat yang mampu berfikir dan tersadarkan melihat kondisi tersebut akan menilai bahwa para elit politik partai hanya lebih mementingkan politik indentitas untuk merebut kekuasaan semata yang dimana setelah kekuasaan itu telah diraih para elit partai politik juga tetap tidak memberikan kontribusi yang positif bagi perubahan Bangsa Indonesia. Maka apatisme dan pesimisme secara otomatis kembali melekat pada masyarakat dan berdampak pada akhirnya tidak adanya keinginan masyarakat untuk ikut serta berpartisipasi dalam memilih di Pemilu Serentak 2019.

Hal itu terjadi dikarenakan nuansa atau antusiasme yang di berikan kepada masyarakat terhadap kesadaran berpolitik yang dibangunkan oleh para elit-elit akhir-akhir ini seolah-olah akan memberikan sebuah pengharapan dan kepastian untuk kemajuan Negara Indonesia secara menyeluruh yang sebenarnya tidak
menunjukkan tujuan itu sama sekali. Berangkat dari hal tersebut, seharusnya para elit partai politik harus jeli melihat lebih dalam tentang bagaimana memberikan

Komentar Pembaca
Luhut Beri Hormat Pada ibu Ani Yudhoyono

Luhut Beri Hormat Pada ibu Ani Yudhoyono

SABTU, 01 JUNI 2019 , 19:43:00

Istri Gubernur Sambangi Kaum Dhuafa

Istri Gubernur Sambangi Kaum Dhuafa

SABTU, 25 MEI 2019 , 22:41:00

Sidak Kantor Samsat

Sidak Kantor Samsat

SENIN, 10 JUNI 2019 , 14:19:00



The ads will close in 10 Seconds