Waspada Pemilu 2019

Ketika Rakyat Sadar, Pesimisme, Apatisme Rakyat Terhadap Elit Partai Politik

Oleh : Bayu Subronto, SH

OPINI  MINGGU, 13 MEI 2018 , 21:37:00 WIB

Ketika Rakyat Sadar, Pesimisme, Apatisme Rakyat Terhadap Elit Partai Politik

Wahyu Subronto/RMOLSumut


ANTUSIASME Pesta Demokrasi 2019 (Pilres dan Pileg) telah bergulir lebih cepat dan telah tiba dari jadwal kehadirannya, hal itu bisa kita lihat dari nuansa dinamika politik akhir-akhir ini yang tengah di pertontonkan oleh para elit-elit dari partai-partai politik dengan melakukan berbagai manuver terhadap publik diberbagai media. Nuansa Politik dengan Perang Tagar pun menjadi icon baru dalam panggung politik Indonesia hari ini.

Terkhusus melalui jejaring media social perang tagar dari berbagai kubu seperti #2019GantiPresiden Vs #2019TetapJokowi dan dengan tagar-tagar lainnya memberikan jawaban kepada kita bahwa masyarakat dari kubu-kubu tersebut memiliki optimisme serta pengharapan yang cukup besar terhadap adanya suatu
perubahan yang berkemajuan bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Menelisik sejenak tentang kepada konsep Demokrasi yaitu bahwa panggung penyelenggaraan pemerintahan secara politik diselenggarakan atas dasar Dari, Oleh dan Untuk Rakyat, selain itu juga terdapat sebuah pemahaman bahwa konsep Demokrasi telah dituangkan didalam Konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 1 Ayat 2 bahwa "Kedaulatan Berada Ditangan Rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar". Selanjutnya Hak Politik dipertegas didalam Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia Pasal 23 ayat 1 yang dinyatakan bahwa "Setiap orang bebas untuk memilih dan mempunyai keyakinan politiknya". Serta terdapat juga pada Pasal 43 ayat 1 bahwa "Setiap warga negara berhak untuk dipilih dan memilih dalam pemilihan umum berdasarkan persamaan hak melalui pemungutan suara yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan".

Selanjutnya yang mendapatkan hak untuk dipilih dalam kontestasi politik Pemilu Serentak 2019 di jabarkan melalui Undang-Undang No . 7 Tahun 2017 Pasal
1 angka 27 yaitu Peserta pemilu adalah partai politik untuk pemilu anggota DPR,anggota DPRD Provinsi, Anggota DPRD Kabupaten/Kota,perseorangan untukpemilu anggota DPD, dan pasangan calon yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik untuk pemilu presiden dan wakil presiden”. Maka yang memilih untuk menentukan siapa elit partai politik yang akan duduk dikursi tersebut secara otomasi adalah masyarakat secara umum yang akan memberikan kepercayan terhadap wakil-wakilnya di pemerintahan.

Komentar Pembaca
Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 21:00:00

Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 13:00:00

Jegal OSO Nyaleg, KPU Bisa Kena Sanksi Etik Dan Pidana
Papan Bunga 'Pembunuhan Janda'

Papan Bunga 'Pembunuhan Janda'

SELASA, 23 OKTOBER 2018 , 14:29:00

Bercanda Bareng Warga

Bercanda Bareng Warga

SENIN, 22 OKTOBER 2018 , 08:56:00

Salat Ghaib

Salat Ghaib

JUM'AT, 02 NOVEMBER 2018 , 17:44:00



The ads will close in 10 Seconds