Teroris Kami Tidak Takut!

Oleh: Sutrisno Pangaribuan

OPINI  SENIN, 14 MEI 2018 , 09:15:00 WIB

Teroris Kami Tidak Takut!

Ilustrasi/Net

PASCA aksi teroris di Mako Brimob Kelapa Dua Depok, Indonesia kembali berduka. Puluhan orang yang akan mengikuti ibadah pagi ini menjadi korban kebiadaban teroris. Tetes darah dan air mata anak bangsa kembali membasahi ibu pertiwi. Sungguh tindakan tanpa perikemanusiaan kembali dipertontonkan. Membunuh sesamanya untuk menciptakan kegaduhan nasional.

Ibadah yang dilakukan setiap hari minggu di gereja selalu berisi tentang kedamaian. Seluruh rangkaian ibadah akan berisi tentang kebaikan terhadap sesama manusia dan alam semesta. Dapat dipastikan tidak pernah dan tidak akan pernah ada ajaran gereja tentang kebencian, dendam, amarah. Sebab jika ada gereja yang mengajarkan kebencian, maka dapat dipastikan itu ajaran sesat, dan harus dibubarkan.

Maka jika gereja menjadi tempat persemaian cinta kasih dan damai sejahtera, apakah pantas gereja dan orang yang sedang beribadah di gereja dijadikan sasaran amarah dan kebencian? Tentu hanya teroris yang dapat menjawabnya. Gereja selalu mengajarkan cinta kasih sebagai solidaritas lintas batas, yang tidak dibatasi oleh sekat- sekat primordial. Gereja tidak hanya mengajarkan kasih hanya kepada sesama, kelompok, teman, maupun seiman. Gereja bahkan mengajarkan harus, wajib dan mutlak mengasihi musuh. Setiap kali gereja menjadi sasaran teroris, maka sebanyak itu juga gereja mendoakan para teroris.

Kita pasti akan mendapati bahwa gereja tidak akan pernah mengutuk dan membalas tindakan teroris. Sebab gereja yakin bahwa kutukan dan pembalasan itu bukan hak manusia. Gereja akan selalu diam dan berdoa, dan menyerahkan semuanya kepada Allah. Akan tetapi, sebagai negara hukum, gereja juga berhak meminta pertanggungjawaban negara untuk melindungi seluruh tumpah darah Indonesia. Negara bertanggungjawab atas keamanan nasional pun menjamin kemerdekaan memeluk agama dan kepercayaan secara merdeka.

Untuk memastikan negara hadir, maka Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo selaku kepala negara dan kepala pemerintahan yang sah diminta untuk menggunakan seluruh kemampuan negara untuk memberantas teroris. Seluruh upaya melemahkan negara, harus dilawan. Warga negara berhak hidup rukun dan damai, tanpa teror dan tanpa intimidasi. Seluruh tindakan teror ini digunakan sebagai upaya memosisikan bahwa pemerintah lemah, tidak mampu mengantisipasi aksi terorisme. Sekali lagi, Presiden Joko Widodo diminta untuk memberi perintah yang tegas kepada Polri, BIN, BNPT, bahkan seluruh jajaran pemerintah harus proaktif untuk menghadapi teroris.


Komentar Pembaca
Adik Ahok Ketawa, Ma

Adik Ahok Ketawa, Ma"ruf Mau Rangkul Ahokers

SELASA, 25 SEPTEMBER 2018 , 15:00:00

Pecat Anak Buah Surya Paloh!

Pecat Anak Buah Surya Paloh!

SENIN, 24 SEPTEMBER 2018 , 19:00:00

Golkar Pecah, Sebagian Dukung Prabowo-Sandi

Golkar Pecah, Sebagian Dukung Prabowo-Sandi

SENIN, 24 SEPTEMBER 2018 , 17:00:00

Perkasa Serahkan Bantuan

Perkasa Serahkan Bantuan

KAMIS, 30 AGUSTUS 2018 , 12:57:00

Trauma Healing Korban Gempa Lombok

Trauma Healing Korban Gempa Lombok

JUM'AT, 10 AGUSTUS 2018 , 15:50:00

Persiapan Pendakian Sabar Gorky 2018

Persiapan Pendakian Sabar Gorky 2018

SABTU, 04 AGUSTUS 2018 , 13:11:00



The ads will close in 10 Seconds