Lukisan Binjai

Oleh: Saripuddin Lubis

Rumah Kaca  MINGGU, 20 MEI 2018 , 11:48:00 WIB

Lukisan Binjai

Saripuddin Lubis/RmolSumut

dari rantau kubayang kampungku

kutarik garis warna pagi
di pinggir sungai Bingei kutanam pohon kehidupan
rumput hijau bersih airnya dari lara duka
tempat berlarian anak-anak sepulang sekolah
memancing serpihan derai tawa
nenek dan kakek panjang umurnya

kugaris lagi warna senja
taman balita dan taman remaja
pohon rambutan melingkupinya
bersorak sorai para pedagang
menjajakan dagangan sesuap rindu
rumah-rumah penuh kata mutiara
tak heran pendidikannya mulia

kugaris lagi warna pelangi
pajak tapiv tak lelah berjuang
pasar kaget nan riuh malamnya
berbagai-bagai suku bangsa menyatu
Melayu, Banten, Jawa, Nias, India
Aceh dan Toba menyapa
Karo, Simalungun, Dairi, Mandailing, Minang
Tionghoa menyambutnya
yang lain juga ada di sana
berdendang seirama bercengkerama
kata papa dari dulu begitu adanya
mari menjaga setulus hati
jauhkan noda dan angkara murka

dari rantau kubayang kampungku
mari membangunnya bersama-sama
jangan hanya indah dalam lukisan saja
sebab Binjai milik kita bersama

14 April 2011

*Saripudin Lubis, guru bahasa Indonesia di SMU Negeri 1 Binjai.







Komentar Pembaca