Milad Istana Maimoon Didorong Masuk Agenda Wisata Nasional

Budaya  SENIN, 21 MEI 2018 , 15:14:00 WIB | LAPORAN: ROBEDO GUSTI

Milad Istana Maimoon Didorong Masuk Agenda Wisata Nasional

Foto/RMOLSumut

RMOLSumut. Istana Maimoon sebagai lambang budaya Melayu akan kembali merayakan ulang tahun pada 24-26 Agustus 2018 mendatang. Didirikan pada tahun 1888, Milad Istana Maimoon tahun ini merupakan yang ke 130 tahun.
Yayasan Sultan Ma'moen Al Rasyid selaku pengelola Istana Maimoon mengaku ingin momen Milad 130 tahun ini akan mereka jadikan sebagai momen perubahan baru bagi Istana Maimoon untuk lebih baik kedepannya.

"Setiap tahun kami adakan syukuran tapi skala kecil. 2003 kami gelar Milad agak besar dan bagus, tahun berikutnya tidak direalisasikan lagi. Dengan pengurusan baru kami lebih jemput bola kepada stakeholder untuk dapat terlibat dalam berbuat kepada Istana Maimoon," kata HTM Ichsan Al Rasjid, cucu dari Sultan Ma'moen Al Rasyid selaku pendiri Istana yang juga Ketua pembina Yayasan Sultan Ma'moen Al Rasyid, Senin (21/5).

HTM Ichsan menjelaskan, Milad ke 130 ini mereka gelar lewat acara yang lebih besar dengan menggandeng Asosiasi Perusahaan Penyelenggara dan Pelaksana Acara (Appara) Indonesia. Lewat pagelaran acara yang melibatkan berbagai pihak profesional ini, mereka berharap Milad Istana Maimoon akan menjadi agenda pariwisata tahunan di Sumatera Utara.

"Awalnya idenya hanya untuk jangka pendek tapi kemudian ada ide buat acara besar dan ini jadi uoaya untuk mendorong agar menjadi agenda tahunan pariwisata nasional di Medan dan Sumatera Utara," sebutnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Sultan Ma'moen Al Rasyid, T Reizan Ivansyah mengatakan untuk menyemarakkan kegiatan ini mereka mengundang langsung Presiden Jokowi untuk membuka acara tersebut. Undangan dari para pemangku adat Melayu juga akan hadir begitu juga dari manca negara.

"Kita berharap tingkat kunjungan semakin tinggi ke Istana Maimoon sebagai cagar budaya Melayu di Kota Medan," ungkapnya.

Pihak penyelenggara Milad 130 Istana Maimoon dari Appara mengatakan sudah menkonsep acara sedemikian rupa untuk memeriahkan acara yang digelar mulai 24-26 Agustus 2018 tersebut.

"Berbagai kegiatan yang berkaitan dengan budaya Melayu akan ditampilkan selama kegiatan berlangsung. Kenapa ini perlu karena banyak budaya dan adat Melayu yang sudah hilang. Disini kita akan bangkitkan kembali," kata Ketua Appara, Hendra Kaban.

Bukan hanya berbagai atraksi budaya Melayu, dalam kegiatan ini juga akan digelar berbagai lomba yang intinya untuk melestarikan Budaya Melayu.

"Masakan dan kuliner khas Melayu juga menjadi hal yang memenuhi semua stand yang ada di lokasi acara," pungkasnya.[rgu]

Komentar Pembaca