Dituding Memfitnah, Ade Darmawan Telusuri Dugaan "Umroh Fiktif" Edy Rahmayadi

Pilkada Sumut 2018  RABU, 06 JUNI 2018 , 23:07:00 WIB | LAPORAN: ROBEDO GUSTI

Dituding Memfitnah, Ade Darmawan Telusuri Dugaan

Foto/RMOLSumut

RMOLSumut. Isu yang menyebut Edy Rahmayadi melakukan perjalanan umroh fiktif semakin membuat masyarakat penasaran. Apalagi calon gubernur nomor urut 1 tersebut dalam pernyataannya di media massa menyebut isu tersebut sebagai fitnah dan meminta agar semua yang melakukannya bertaubat.
Ade Darmawan salah seorang pengusaha travel penyelenggara umroh mengatakan pernyataan dari Edy Rahnayadi ditambah sikap reaktif dari beberapa tim suksesnya atas isu ini membuatnya berang. Apalagi beberapa orang menurutnya menyerangnya secara personal akibat munculnya isu tersebut.

"Saya merasa tertantang untuk membuktikan apakah benar yang bersangkutan berangkat umroh atau tidak ke Arab Saudi," katanya kepada wartawan, Rabu (6/6).

Ade mengatakan secara personal dirinya perlu mencari kebenaran mengenai hal ini karena Edy dalam pernyataannya juga mengancam menuntutnya karena meragukan perjalanan tersebut. Dalam upaya pembuktian ini, Ustadz yang juga menjadi anggota asosiasi perusahaan penyelenggara perjalanan umroh ini berangkat ke Jakarta bertemu dengan pengurus asosiasi mereka. Disana ia mencari informasi mengenai cara menelusuri perjalanan seseorang berdasarkan paspor dan visa. Hasilnya ia tidak menemukan adanya konfirmasi visa Edy Rahmayadi tercatat melakukan perjalanan umroh.

"Kita bisa telusuri menggunakan data yang ada pada keimigrasian Arab Saudi. Begitu juga pada aplikasi Sipatuh pada kementerian agama republik Indonesia," ungkapnya seraya membuka aplikasi tersebut.

Dalam upaya mencari kebenaran tersebut ia juga memasukkan nomor yang disebutnya sebagai nomor paspor Edy Rahmayadi untuk menguji. Hasilnya tidak terkonfirmasi adanya perjalanan dwngan nomor tersebut.

"Saya mendapat nomor ini dari jaringan saya dan mungkin ini masih perlu dicari kebenarannya. Kita bisa lihat tidak ada perjalanan itu. Sementara penyelenggara travel wajib memasukkan data nasabahnya kedalam aplikasi sipatuh ini," ujarnya.

Atas hal ini ia berharap agar Edy Rahmayadi maupun timnya tidak langsung menyerangnya secara personal. Sebab, keraguannya ini muncul sebagai warga Sumut yang sangat menginginkan adanya kejujuran seorang pemimpin.

"Kalaupun tak ada perjalanan umroh itu tak ada masalah bagi saya. Hanya saya menjadi perlu mencari pembuktian karna menjaga reputasi saya. Kalau saya diam berarti saya yang akan dibilang berbohong. Pemimpin yang sesuai ajaran Islam itu harus jujur dan amanah. Jangan jadikan alasan umroh untuk kegiatan yang lain," pungkasnya.

Ade Darmawan memberikan keterangan kepada wartawan dengan didampingi kuasa hukumnya Sastra SH dan beberapa rekannya.[rgu]

Komentar Pembaca