Diancam Dibunuh, Relawan Djoss Galang Dukungan Buat Ustaz Ade Darmawan

Politik  RABU, 13 JUNI 2018 , 20:33:00 WIB | LAPORAN: ROBEDO GUSTI

Diancam Dibunuh, Relawan Djoss Galang Dukungan Buat Ustaz Ade Darmawan

Ade Darmawan/RMOLSumut

RMOLSumut. Dukungan terhadap Ustaz Ade Darmawan terus berdatangan setelah dia mendapat ancaman pembunuhan via SMS dari orang tidak dikenal. Ancaman itu datang lantarab Ustaz Ade gencar membongkar dugaan umroh fiktif Calon Gubernur Sumut Edy Rahmayadi beberapa waktu lalu.
Relawan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (DJOSS) Medan Denai mengumpulkan tanda tangan sebagai bentuk dukungan kepada Ketua DPC Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Kota Medan itu. Pengumpulan tanda tangan dilakukan dalam acara buka puasa bersama di kawasan Medan Denai, Rabu (13/6) malam.

Agus Panggabean, sebagai penyelenggara acara turut prihatin dengan apa yang dialami Ustaz Ade. Walaupun dia tidak oernah bertemu dengan Ade, hatinya tergerak untuk memberikan dukungan moril kepada pengusaha travel umroh itu.

"Kalau saya secara pribadi tidak mengenal Ade. Tapi kan dia itu termasuk ulama. Makanya kita simpatik," kata Agus.

Dia pun menyesalkan ancaman yang dilayangkan tersebut. Kata Agus, kenapa di era modern ini masih ada saja bentuk ancaman seperti itu.

"Intinya kita bersolidaritas untuk Ade. Sangat disayangkan sekali tindakan itu. Apalagi di tengah pesta demokrasi yang sudah mendekati hari pemilihan," katanya.

Sebelumnya diberitakan, Ade mendapat pesan singkat beberapa hari setelah dia memaparkan soal dugaan umroh fiktif yang dilakukan Edy. Oknum yang mengirimi pesan singkat itu mengancam akan membunuh Ade.

"Hei Jongos Cepat Kocabut Spanduk Pemimpin Jujur MU Itu. Udah Kami Gambar Posisimu Keluargamu, Siang Ini Koterima Balasan, Halal DarahMU DJONGOS !!" begitu pesan singkat yang diterima Ade.

Ternyata ancaman itu tidak cuma sekali. Setelah pesan singkat yang pertama, Ade kembali menerima yang kedua.

"Kami Tunggu Sampai Ashar, Kalau Tidak Koturunkan Spandukmu Di Makam Pahlawan, Malaikat Maut Akan Menjemptmu.” ujar pengirim pesan singkat.

Dua pesan singkat itu diterima Ade, Senin (11/6) sekitar pukul 09.49 WIB. Ade memang mengakui pihaknya memang memasang spanduk bertuliskan ‘Pilihlah Pemimpin yang Jujur’ atas nama Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi).

Kasus itu pun sudah dilaporkan ke kepolisian dengan nomor pelaporan LP/1204/VI/2018/SPKT RESTABES MEDAN.

"Ancaman kematian sudah diatur Allah. Dia (pengancam) bukan tuhan yang mengirim malaikat maut kepadaku," kata Ade.

Lebih jauh, Ustad Ade mengajak warga Sumut untuk tidak takut berkata jujur.

"Dan jangan takut membongkar kebohongan," pungkas Ade.[rgu]


Komentar Pembaca