Formada Tabagsel: Meski Pilbup Paluta Paslon Tunggal, Masyarakat Harus Tetap Waspadai Serangan Fajar!

Politik  MINGGU, 24 JUNI 2018 , 19:28:00 WIB | LAPORAN: FAJAR SIDIK

Formada Tabagsel: Meski Pilbup Paluta Paslon Tunggal, Masyarakat Harus Tetap Waspadai Serangan Fajar!

Ahmad Junaidi/Ist

RMOLSumut. Menjelang hari pencoblosan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) 27 Juni 2018, Forum Mahasiswa dan Pemuda Tapanuli Bagian Selatan (Formada-Tabagsel) mengimbau warga agar mewaspadai kecurangan seperti "serangan fajar"
"Satu hari menjelang pencoblosan atau H-1, biasanya terjadi gerakan-gerakan politik yang jika tidak diawasi atau dikontrol dengan baik bisa menjadi kesempatan untuk melakukan tindakan pelanggaran pemilu," kata Ketua Formada Tabagsel, Ahmad Junaidi Siagian, Minggu (24/6).

Ahmad Junaidi menjelaskan, Formada Tabagsel sebagai lembaga pemuda dan mahasiswa akan melakukan pengawasan pemilu dan melakukan persiapan-persiapan pengawasan menjaleng hari pencoblosan.

"Adapun beberapa agenda yang diharapkan kepada masyarakat dalam mewaspadai gerakan-gerakan serangan fajar, seperti halnya, agar warga melakukan ronda keliling satu atau dua hari menjelang pencoblosan (H-1) pada Pilkada Bupati/Wakil Bupati Paluta tanggal 27 Juni 2018," ungkapnya.

"Ronda yang dilakukan Formada-Tabagsel ini merupakan bentuk pengawasan sekaligus upaya pencegahan dini terhadap tindakan pelanggaran pemilu, terutama politik uang (money politic)," imbuhnya.

Selain melakukan ronda, Formada-Tabagsel juga membuka layanan pengaduan bagi masyarakat di Nomor Call Center (0852-6141-5767) untuk bisa menyampaikan atau menginformasikan apabila masyarakat menemukan adanya tindakan pelanggaran pemilu, seperti money politics.

"Apabila masyarakat menemukan indikasi pelanggaran, bisa menghubungi Panwaslih Kabupaten Paluta, dan Panwascam agar bisa dilakukan investigasi oleh Panwas sebagai lembaga addhock pengawas pelaksanaan Pemilu," ujar Ahmad Junaidi.

Untuk diketahui bersama, bahwa Pilkada Kab. Paluta kali ini hanya diikuti oleh Satu Pasangan Calon (Calon Tunggal) dan akan melawan Kotak Kosong (Kolom Kosong). Meski hanya diikuti satu pasangan calon, upaya-upaya terjadinya tindakan pelanggaran pemilu masih tinggi dan rentan terjadi.

"Kondisi demikian menjadi sangat disangkan apabila hal semacam ini terjadi, pasalnya hanya dengan melawan kotak kosong, namun bisa saja pasangan tunggal masih  bermanuver politik, baik itu dengan membagi-bagikan uang maupun barang," tandas Ahmad Junaidi. [sfj] 

Komentar Pembaca
SBY Prabowo Tidak Bicara Politik Di RSPAD

SBY Prabowo Tidak Bicara Politik Di RSPAD

RABU, 18 JULI 2018 , 19:00:00

Anies Pastikan Tak Maju Pilpres

Anies Pastikan Tak Maju Pilpres

RABU, 18 JULI 2018 , 15:00:00

Menteri Enggar Urus Telur Saja Tidak Becus!

Menteri Enggar Urus Telur Saja Tidak Becus!

RABU, 18 JULI 2018 , 13:00:00

Ijeck Mencoblos

Ijeck Mencoblos

RABU, 27 JUNI 2018 , 14:21:00

Djarot Mencoblos

Djarot Mencoblos

RABU, 27 JUNI 2018 , 14:29:00

Sihar Sitorus Mencoblos

Sihar Sitorus Mencoblos

RABU, 27 JUNI 2018 , 14:43:00