Hutan Hujan Tropis Sumatera Masih Dalam Daftar Terancam

Rumah Kaca  KAMIS, 28 JUNI 2018 , 11:01:00 WIB | LAPORAN: ROBEDO GUSTI

Hutan Hujan Tropis Sumatera Masih Dalam Daftar Terancam

Foto/Ist

RMOLSumut. Orangutan Information Centre (OIC) dan para perwakilan masyarakat sipil di Indonesia hari ini meenyambut positif Komite Warisan Dunia dan pemerintah Indonesia yang menerima keputusan tegas mengenai status Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatra, pada pertemuan Komite Warisan Dunia ke 42 di Bahrain kemarin (26 Juni 2018).
Komite Warisan Dunia telah memperbarui langlah-langkah yang perlu dilakukan untuk menangani ancaman-ancaman seperti perburuan, penebangan liar, perambahan, dan pembangunan jalan dalam kawasan warisan dunia hutan hujan tropis Sumatra, termasuk Taman Nasional Gunung Leuser yang merupakan bagian dari Kawasan Ekosistem Leuser (KEL), yang juga merupakan tempat terakhir di dunia dimana orangutan Sumatra, gajah, harimau, dan badak hidup
dalam habitat yang sama.

"Indonesia adalah anggota dari Komite Warisan Dunia, jadi kami sangat menghargai dukungan pemerintah untuk menerima keputusan yang ditunjukkan di hadapan seluruh negara-negara anggota komite hari ini di Bahrain," ujar Direktur OIC, Panut Hadisiswoyo melalui rilisnya, Kamis (28/6)

Panut juga mengatakan bahwa keputusan tersebut menegaskan betapa pentingnya KEL bagi keberlanjutan nilai luar biasa dan universal (OUV) hutan hujan Sumatra dan habitatnya.

"Keputusan tersebut menuntut adanya telaah terhadap dampak dari pembangunan jalan dan dam, terutama yang diusulkan di dalam KEL, termasuk juga evaluasi terhadap proyek-proyek serupa yang bisa berimbas pada nilai-nilai luar biasa dan universal Warisan Dunia. Ini artinya pemerintah harus menanggapi secara serius dampak dari pembangunan dam dan jalan pada koridor jalur gajah dan juga habitat orangutan," ujarnya.

Daerah penyangga diseputar situs Kawasan Dunia harus dikelola secara tepat sehingga daerah penting dataran rendah hutan hujan dan habitat orangutan, harimau, badak dan gajah, terlindungi.

"Komite juga ingin melihat perubahan pada batas situs warisan dunia yang dapat lebih baik mencerminkan nilai-nilai luar biasa dan universal kawasan tersebut,’ katanya, dengan memodifikasi batas wilayah warisan dunia, termasuk memasukkan hutan hujan KEL menjadi bagian dari kawasan Warisan Dunia. Kami akan terus mendukung dan berkolaborasi dengan pemerintah Indonesia untuk memastikan nilai-nilai kawasan dunia KEL terlindungi sepenuhnya," demikian Panut Hadisiswoyo.[rgu]

Komentar Pembaca
SBY Prabowo Tidak Bicara Politik Di RSPAD

SBY Prabowo Tidak Bicara Politik Di RSPAD

RABU, 18 JULI 2018 , 19:00:00

Anies Pastikan Tak Maju Pilpres

Anies Pastikan Tak Maju Pilpres

RABU, 18 JULI 2018 , 15:00:00

Menteri Enggar Urus Telur Saja Tidak Becus!

Menteri Enggar Urus Telur Saja Tidak Becus!

RABU, 18 JULI 2018 , 13:00:00

Ijeck Mencoblos

Ijeck Mencoblos

RABU, 27 JUNI 2018 , 14:21:00

Djarot Mencoblos

Djarot Mencoblos

RABU, 27 JUNI 2018 , 14:29:00

Sihar Sitorus Mencoblos

Sihar Sitorus Mencoblos

RABU, 27 JUNI 2018 , 14:43:00