Ironis, Berhasil Bangun Infrastruktur Tapi Pemerintah Gagal Awasi Transportasi Penyeberangan

OPINI  RABU, 04 JULI 2018 , 10:17:00 WIB | LAPORAN: ROBEDO GUSTI

Ironis, Berhasil Bangun Infrastruktur Tapi Pemerintah Gagal Awasi Transportasi Penyeberangan

KM Lestari Maju Tenggelam/Net

RMOLSumut. Insiden tenggelamnya KM Lestari Maju di Selayar Sulawesi Selatan menambah duka bagi Indonesia setelah sebelumnya KM Sinar Bangun juga tenggelam di Perairan Danau Toba. Dua insiden ini menurut Lembaga Advokasi dan Perlindungan Konsumen (LAPK) Sumatera Utara merupakan bentuk dari kegagalan pemerintah dalam mengawasi transportasi penyeberangan di Indonesia.
"Pemerintah selama ini terlalu konsentrasi hanya pada angkutan darat saja," kata
Sekretaris Lembaga Advokasi dan Perlindungan Konsumen (LAPK) Sumut, Padian Adi S. Siregar, Rabu (4/7).

Kelebihan muatan yang terjadi pada KM Sinar Bangun menjadi salah satu indikasi utama mengapa LAPK menyebut besarnya kelalaian pemerintah. Selain itu perlengkapan keselamatan penumpang seperti life jacket yang tidak tersedia juga menambah deretan bentuk kelalaian lainnya termasuk soal laik tidaknya kapal untuk berlayar.

"Momentum hari besar yang harusnya pemerintah meningkatkan pengawasan dan penegakan aturan secara ketat, justru terjadi mayoritas oknum pemerintah membuka peluang pelaku transportasi melakukan pelanggaran. Melonjaknya jumlah penumpang seringkali menjadi ajang mencari keuntungan pribadi dan mengabaikan faktor keselamatan penumpang," ujarnya.

Evaluasi menyeluruh menurut Padian harus dilakukan. Presiden harus melakukan evaluasi secara keseluruhan terhadap Kementerian Kemartiman, Gubernur/Bupati dan pemangku kepentingan lainnya karena dinilai lalai menjalankan fungsi pengawasan yang mengakibatkan banyak korban jiwa.

"Sungguh naïf sekali pemerintah dianggap berhasil membangun infrastruktur transportasi darat, tetapi gagal melakukan pengawasan transportasi penyeberangan bahkan banyak jatuh korban jiwa.

Pemerintah harus berempati dengan melakukan upaya penyelamatan terhadap korban yang hilang baik yang masih selamat atau sudah meninggal untuk mengurangi kesedihan keluarga korban," sebutnya.

Pemerintah tidak boleh menuntup mata, seolah tenggelamnya KM Sinar Bangun dan KM Lestari Maju hanya musibah biasa yang hanya kebetulan semata. Tentu musibah kapal tenggelam adalah akumulasi kegagalan pemerintah pada sektor transportasi penyeberangan  yang selama ini terabaikan. Tidak boleh lagi ada kejadian serupa apalagi menimbulkan banyaknya korban meninggal.

"Faktor human error  mungkin terjadi pada masa mendatang, tetapi dengan pengawasan yang baik dan uji kelayakan kapal secara berkelanjutan akan mengurangi kerugian korban jiwa" demikian Padian Adi Siregar.[rgu]

Komentar Pembaca
Jangan Pilih Pemimpin Munafiqun

Jangan Pilih Pemimpin Munafiqun

SABTU, 18 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

Rachmawati: Vivere Pericoloso

Rachmawati: Vivere Pericoloso

JUM'AT, 17 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

#VLOGNEWS: Upacara di UBK, Prabowo Dapat Star of Soekarno
Ijeck Mencoblos

Ijeck Mencoblos

RABU, 27 JUNI 2018 , 14:21:00

Djarot Mencoblos

Djarot Mencoblos

RABU, 27 JUNI 2018 , 14:29:00

Sihar Sitorus Mencoblos

Sihar Sitorus Mencoblos

RABU, 27 JUNI 2018 , 14:43:00