YOSL Protes Orangutan Serahan Warga Di Tempatkan Ke Taman Hewan Siantar

Rumah Kaca  SELASA, 17 JULI 2018 , 06:27:00 WIB | LAPORAN: ROBEDO GUSTI

YOSL Protes Orangutan Serahan Warga Di Tempatkan Ke Taman Hewan Siantar

Foto/Ist

RMOLSumut. Yayasan Orangutan Sumatera Lestari-Orangutan Information centre (YOSL-OIC) meminta pihak Taman Hewan Siantar untuk menyerahkan dua individu orangutan yang baru saja mereka terima dari warga kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara untuk direhabilitasi dan dilepasliarkan ke dalam alam liar.
Kedua orangutan tersebut diterima pihak THS dugaan merupakan hasil perburuan. Pihak BBKSDA sudah berupaya untuk mengambil kedua orangutan tersebut tetapi pihak THS meminta untuk memelihara dan merawat di THS.

"Ini adalah pelanggaran terhadap komitmen dan kebijakan pemerintah Indonesia yang ditetapkan dalam Permenhut P.53/Mehut-IV/2007 tentang Strategi dan Rencana Aksi Konservasi Orangutan 2007-2017 , bahwa semua orangutan sitaan dari perdagangan hewan dan peliharaan harus dimasukkan dalam program rehabilitasi untuk dikembalikan ke hutan," kata Direktur YOSL Panut Hadisiswoyo, Senin (16/7).
 
Panut menjelaskan Orangutan Sumatera  saat ini sangat terancam punah, dengan hanya sekitar 14,600 individu yang tersisa di alam liar, karena hilangnya habitat alami mereka untuk perkebunan dan pembangunan jalan. Konflik manusia-satwa liar dan perburuan juga menambah parah situasi. Orangutan Sumatera sepenuhnya dilindungi oleh undang-undang nomor 5 tahun 1990 yang melarang memelihara, membunuh, melukai, mengangkut dan memperdagangkan spesies sini.
 
"Kami menolak orangutan hasil buruan dimasukkan ke dalam lembaga konservasi seperti THS ini. Setiap orangutan hasil buruan memiliki peluang bagus untuk menjadi orangutan liar lagi, di hutan dimana ia berada. Kami berharap pemerintah tetap konsisten dalam upaya perlindungan satwa dilindungi ini," pungkasnya.[rgu]

Komentar Pembaca
Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 13:00:00

Jegal OSO Nyaleg, KPU Bisa Kena Sanksi Etik Dan Pidana
Pemerintah Mau Amputasi KPK?

Pemerintah Mau Amputasi KPK?

SELASA, 11 DESEMBER 2018 , 21:00:00

Papan Bunga 'Pembunuhan Janda'

Papan Bunga 'Pembunuhan Janda'

SELASA, 23 OKTOBER 2018 , 14:29:00

Bercanda Bareng Warga

Bercanda Bareng Warga

SENIN, 22 OKTOBER 2018 , 08:56:00

Salat Ghaib

Salat Ghaib

JUM'AT, 02 NOVEMBER 2018 , 17:44:00



The ads will close in 10 Seconds