Cerita Jepri Sitorus, Jambret Yang Sempat Bebas Sebelum Peluru 'Menebas'

Kriminal  SENIN, 06 AGUSTUS 2018 , 11:09:00 WIB | LAPORAN: ROBEDO GUSTI

Cerita Jepri Sitorus, Jambret Yang Sempat Bebas Sebelum Peluru 'Menebas'

Foto/Net

RMOLSumut. Satu lagi pelaku kejahatan spesialis jambret meregang nyawa diujung peluru tim Pegassus Polrestabes Medan. Adalah Jepri Sitorus sosok terakhir yang harus dihentikan oleh petugas dengan cara 'mengirimnya' ke alam baka.
"Petugas terpaksa menembaknya karena melawan dan mengancam keselamatan anggota," kata Kapolrestabes Medan, Kombes Dadang Hartanto beberapa hari lalu.

Sebelum dieksekusi, Jepri sebenarnya sempat lolos dari tangan polisi yang sebelumnya menangkapnya bersama seorang rekannya berinisia MA (30) Warga Jalan Brigjen Katamso, Gang Kenangan, Medan.

Ceritanya, saat itu polisi menangkap keduanya hanya karena didasarkan kecurigaan terhadap mereka yang kala itu melintas di Jalan MT Haryono. Diberhentikan dan digeledah, petugas mendapati MA mengantongi narkoba jenis sabu dan langsung ditangkap. Sedangkan Jepri, dilepas karena barang bukti tidak ada padanya.

Usut punya usut, dua lelaki ini ternyata 3 hari sebelumnya baru beraksi melakukan jambret terhadap korban bernama Helmina Romita Sipayung di Jalan Candi Biara, belakang Hotel Adi Mulia. Disana mereka berhasil membawa kabur tas Helmina yang berisi kartu identitas, uang dan HP. Pengaduan atas kasus ini pun sudah diterima oleh pihak Polrestabes Medan yang menindaklanjutinya dengan rangkaian penyelidikan.

Penyelidikan ini berhasil, polisi menangkap seorang perempuan yang memegang HP Helmina. Perempuan yang tak disebut identitas ini mengaku membelinya dari seseorang yang ternyata adalah MA yang kemarin tertangkap itu. Titik keberhasilan petugas mengungkap kasus penjambretan itu semakin terang kala MA yang sudah ada didalam sel diinterogasi dan mengaku melakukan aksinya bersama Jepri. Pengakuan ini memudahkan petugas untuk menangkap Jepri di Kawasan Jalan Balaikota Medan.

"Saat itulah pelaku melawan dan ditembak petugas," ungkap Dadang.

Tidak ingin kehilangan informasi akibat kematian Jepri, petugas kembali menginterogasi MA yang kemudian berterus terang atas sejumlah aksi yang mereka lakukan. Ia bahkan menjadi sosok dibalik aksi jambret yang menewaskan lansia bernama Loei Wie Loen (66), Warga Jalan Sungai Deli beberapa hari sebelumnya. Dengan menggunakan sepeda motor jenis Suzuki Satria F BK 2501 ADS, MA mengaku hanya bertugas sebagai pengendara, rekannyalah yang bertugas menarik tas milik korban. Loei Wie Loen yang sudah lansia terjerembab setelah aksi jambret mereka dan meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit.

Polisi kata Kapolres masih terus menelusuri siapa saja orang-orang yang terlibat aksi kejahatan bersama MA. Sadisnya komplotan ini dipastikan akan diganjar dengan tindakan tegas dari polisi. Tinggal menunggu saja, apakah mereka akan menyerahkan diri atau tetap melawan dan berakhir dengan butiran peluru lain dari petugas.

"Yang pasti keamanan masyarakat tetap menjadi prioritas kami," demikian Kombes Dadang Hartanto.[rgu]

Komentar Pembaca
Jangan Pilih Pemimpin Munafiqun

Jangan Pilih Pemimpin Munafiqun

SABTU, 18 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

Rachmawati: Vivere Pericoloso

Rachmawati: Vivere Pericoloso

JUM'AT, 17 AGUSTUS 2018 , 17:00:00

#VLOGNEWS: Upacara di UBK, Prabowo Dapat Star of Soekarno
Ijeck Mencoblos

Ijeck Mencoblos

RABU, 27 JUNI 2018 , 14:21:00

Djarot Mencoblos

Djarot Mencoblos

RABU, 27 JUNI 2018 , 14:29:00

Sihar Sitorus Mencoblos

Sihar Sitorus Mencoblos

RABU, 27 JUNI 2018 , 14:43:00