Warning: file_get_contents(http://rmol.tv/page/logo.php): failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 502 Bad Gateway in /var/www/rmolsumut/html/template_header.php on line 39

Notice: Trying to get property of non-object in /var/www/rmolsumut/html/template_header.php on line 41

Notice: Trying to get property of non-object in /var/www/rmolsumut/html/template_header.php on line 42

Notice: Trying to get property of non-object in /var/www/rmolsumut/html/template_header.php on line 43
>

Ombudsman RI: Administrasi Masih Serba Manual Jadi Peluang "Permainan" Di Pengadilan

Politik  KAMIS, 30 AGUSTUS 2018 , 14:48:00 WIB | LAPORAN: ROBEDO GUSTI

Ombudsman RI: Administrasi Masih Serba Manual Jadi Peluang

Adrianus Meliala/RMOLSumut

RMOLSumut. Anggota Ombudsman RI Adrianus Meliala mengatakan titik lemah yang menjadi peluang adanya permainan di lembaga pengadilan adalah sistem administrasi yang tidak kunjung dimodernisasi. Hal ini disampaikannya menyikapi masih banyaknya kasus penangkapan hakim karena terlibat perilaku menyimpang dalam menjalankan kewenangannya selaku pengadil.
"Salah satu titik lemah lembaga peradilan adalah sistem administrasi. Sampai saat ini kita tidak melihat ada niat modernisasi administrasi. Di lembaga-lembaga lain sudah main data base, pakai aplikasi untuk mempercepat administrasi. Kalau di Peradilan kami masih menemukan sebagian besar masih dengan cara kuno, dicatat gitu kan," katanya saat ditemui di Kantor Ombudsman RI perwakilan Sumut, Jalan Majapahit, Medan, Kamis (30/8).

Adrianus mengaku sejauh ini upaya untuk mendorong modernisasi sistem administrasi tersebut terus mereka lakukan dengan harapan agar tidak ada lagi "arena" yang berpotensi menjadi hal yang memicu penyimpangan perilaku hakim. Akan tetapi hingga saat ini belum ada sambutan positif dari dunia peradilan.

"Padahal administrasi peradilan itulah yang banyak titik lemah yang masih bisa "dikerjai" oleh praktisi peradilan. Kami masih menerima laporan misalnya masih ada satpam yang jadi tukang ketik, tukang perpustakaan menjadi tukang jinjingnya panitera dan sebagainya. Ini yang jadi titik lemah juga," ujarnya.

Dengan kondisi ini menurut Adrianus, lembaga peradilan harus menyegerakan untuk memperbaiki sistem administrasi lewat pemanfaatan teknologi sehingga berjalanan berkas semakin cepat dan potensi terhadap penyimpangan perilaku hakim dapat diminimalisir.[rgu]


Komentar Pembaca
Luhut Beri Hormat Pada ibu Ani Yudhoyono

Luhut Beri Hormat Pada ibu Ani Yudhoyono

SABTU, 01 JUNI 2019 , 19:43:00

Istri Gubernur Sambangi Kaum Dhuafa

Istri Gubernur Sambangi Kaum Dhuafa

SABTU, 25 MEI 2019 , 22:41:00

Sidak Kantor Samsat

Sidak Kantor Samsat

SENIN, 10 JUNI 2019 , 14:19:00



The ads will close in 10 Seconds