Buron 4 Tahun, Terpidana Jadi Dosen Dan Praktik di RS Medan

Kasus Korupsi Suntik Vaksin Jamaah Umrah

Hukum  JUM'AT, 31 AGUSTUS 2018 , 09:49:00 WIB

Buron 4 Tahun, Terpidana Jadi Dosen Dan Praktik di RS Medan
RMOLSumut. Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Sumut) kembali menangkap terpidana kasus korupsi suntik vaksin meningitis calon jamaah umrah Riau. Kali ini, dokter Iskandar, bekas Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Pekanbaru.

 Selama ini, Iskandar buron danbersembunyi di wilayah Sumut. "Iskandar ditangkap di Kompleks Taman Umar Asri Blok B 10, Glugur Darat I, Medan Timur," ungkap Sumanggar Siagian, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumut.

Berdasarkan putusan kasasi yang diputus Mahkamah Agung (MA) pada 21 Mei 2014, Iskandar dinyatakan bersalah dan dihukum 4 tahun penjara. Ia juga diwajibkan membayar denda Rp 200 juta subsider 1 bulan kurungan dan membayar uang pengganti senilai Rp 14,8 juta.

"Setelah putusan MA, Kejaksaan Negeri Pekanbaru telah 3 kali memanggil Iskandar namun yang bersangkutan mangkir," ujar Sumanggar. Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru me­masukkan Iskandar dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Selama buron 4 tahun, Iskandar menjadi dosen di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Senior Medan. Ia juga buka praktik dokter umum di Rumah Sakit Estomihi dan Klinik Bunda Medan.


Komentar Pembaca
Trauma Healing Garudafood Untuk Korban Tsunami Selat Sunda
Pantau Persiapan Natal Nasional

Pantau Persiapan Natal Nasional

RABU, 26 DESEMBER 2018 , 10:31:00

Evakuasi Taft Tenggelam

Evakuasi Taft Tenggelam

JUM'AT, 18 JANUARI 2019 , 20:36:00



The ads will close in 10 Seconds