Kader HMI Diperlakukan Tidak Manusiawi, KAHMI Layangkan Protes Ke Kapolri

Peristiwa  JUM'AT, 21 SEPTEMBER 2018 , 14:05:00 WIB

Kader HMI Diperlakukan Tidak Manusiawi, KAHMI Layangkan Protes Ke Kapolri

Foto/RMOLBengkulu

RMOLSumut. Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN-KAHMI) mengecam perlakuan oknum Kepolisian yang represif menangani unjukrasa mahasiswa kader HMI di Bengkulu, Selasa (18/9) lalu.

Melalui sebuah surat yang ditujukan kepada Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Ketua MN-KAHMI Anwar Esfa menilai aparat telah bertindak berlebihan dalam unjukrasa tersebut. Padahal, sambungnya, unjukrasa itu dilindungi UUD 1945 pasal 28 E ayat 3.  

Dia menjelaskan bahwa mahasiswa hanya ingin menyampaikan pendapat kepada anggota DPRD Provinsi Bengkulu yang merupakan perwakilan rakyat dalam memperjuangkan aspirasi rakyat.

"Tetapi, timbul tindakan chaos yang dimulai dengan pemukulan oknum polisi kepada salah satu mahasiswa bernama Dodi," sambungnya sebagaimana surat dari MN-KAHMI kepada Kapolri yang diterima redaksi, Jumat (21/9).

Menurutnya, sikap represif aparat tidak sebatas pemukulan. Ada juga penyemprotan air dengan menggunakan water canon dan tembakan gas air mata.


Komentar Pembaca
Trauma Healing Garudafood Untuk Korban Tsunami Selat Sunda
Pantau Persiapan Natal Nasional

Pantau Persiapan Natal Nasional

RABU, 26 DESEMBER 2018 , 10:31:00

Evakuasi Taft Tenggelam

Evakuasi Taft Tenggelam

JUM'AT, 18 JANUARI 2019 , 20:36:00



The ads will close in 10 Seconds