>

Kampret Dan Cebong Di Wajah Bahasa Kita

KBKC  SELASA, 06 NOVEMBER 2018 , 13:27:00 WIB | OLEH: BUNDA ASMAWATI AL FAIQ

Kampret Dan Cebong Di Wajah Bahasa Kita

Asmawati Al Faiq/RMOLSumut

Kalau dulu di layar kaca  kita yang wara wiri adalah para selebriti. Tidak kalah populer adalah para koruptor. Zaman bergerak. Tv mulai ditinggalkan. Media sosial yang ditampilkan lewat gawai mulai menjadi raja. Maka yang sangat populer mengalahkan para seleb dan koruptor adalah kata.
Perang kata di media sosial berlenggak lenggok di layar gawai. Kata yang indah mendayu yang dikemas lewat puisi dan kata mutiara. Tak kalah hebat nasihat-nasihat agama lengkap dengan ancaman jika tidak disebarluaskan setelah dibaca maka si pembaca akan celaka.

Sejarah panjang bangsa Indonesia untuk meraih Indonesia merdeka, diwarnai oleh peran bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu perjuangan. Ikrar Sumpah Pemuda turut menggelorakan semangat kemerdekaan. Pada 28 Oktober 1928 pemuda Indonesia berikrar tentang tiga hal. Ikrar tersebut menegaskan pemuda menyatakan bahwa  Satu Tanah Air, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa. Khusus yang disebut terakhir, lengkapnya adalah bahwa para pemuda "Menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia".

Mencermati wajah bahasa Indonesia kita belakangan ini,  ada hal yang sungguh sangat memprihatinkan. Lihatlah sikap bahasa kita di media sosial. Budaya menulis sudah sangat baik. Kita menulis apa yang kita rasa, apa yang kita pikirkan dan apa yang sudah dan akan dilakukan. Gawai menjadi alat penyebaran informasi. Informasi penuh dengan kalimat atau kata-kata sarat pesan. Positif atau negatif. Konotatif, ironi atau sarkasme. Memang sangat disayangkan, wajah bahasa kita saat ini dalam kondisi ’menyedihkan’. Kondisi ini sangat dipengaruhi oleh situasi berbangsa dan bernegara. Kondisi ini diperparah dengan sikap bahasa dari 'oknum' tokoh publik kita. Menjelang pilpres kalimat dan kata yang tendensinya sangat negatif  diproduksi terus menerus, memengaruhi kosa kata kita.  Kata-kata yang dipakai tokoh-tokoh publik yang seharusnya menjadi teladan sikap berbahasa  justru memperlihatkan wajah bahasa yang menyedihkan.

Tidak hanya tokoh publik, saksamailah bahasa para pemuda kita. Tokoh pemuda yang mengikrarkan  bahasa Indonesia sebagai pemersatu bangsa, justru saat ini santai saja menggunakan kata-kata seenaknya. Tanda-tandanya sangat mudah dilihat yaitu di saat mereka berbicara. Dalam menyusun kalimat mereka acap kedodoran di saat memilih kata atau frase. Selain penggunaan kata-kata tidak baku, juga penggunaan kosa kata asing yang sebenarnya masih ditemui dalam kosa kata bahasa Indonesia.

Tetapi, pemuda juga hanya satu bagian lain saja. Mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa, tidak peduli dari suku agama dan ras mana, semua warga negara Indonesia wajib mengutamakan pengggunaan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah dan kuasai bahasa asing. Menggunakan bahasa Indonesia wajib hukumnya di rung-ruang publik. Baik secara lisan maupun tulisan. Kita semua, sebagai pengguna bahasa Indonesia juga akan memengaruhi wajah bahasa Indonesia. Undang-undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera,  Bahasa dan lambang Negara serta Lagu Kebangsaan jelas mengamanatkan pengutamaan bahasa negara.

Komentar Pembaca
Bukan Sekadar Angan

Bukan Sekadar Angan

MINGGU, 28 APRIL 2019

Cincin Untuk Emak

Cincin Untuk Emak

SABTU, 22 DESEMBER 2018

Malu Rasanya...

Malu Rasanya...

KAMIS, 06 DESEMBER 2018

CERMIN

CERMIN

RABU, 05 DESEMBER 2018

KBKC: dari Omong-omomg Akhirnya Move On

KBKC: dari Omong-omomg Akhirnya Move On

SENIN, 26 NOVEMBER 2018

Hari Pahlawan

Hari Pahlawan

SENIN, 12 NOVEMBER 2018

Kemesraan Jokowi-Prabowo Belum Berlalu

Kemesraan Jokowi-Prabowo Belum Berlalu

SENIN, 15 JULI 2019 , 14:53:43

Lebih Baik Prabowo Mati Daripada Berkhianat

Lebih Baik Prabowo Mati Daripada Berkhianat

JUM'AT, 12 JULI 2019 , 14:15:15

Jokowi Jangan Beli Kucing Dalam Karung

Jokowi Jangan Beli Kucing Dalam Karung

KAMIS, 11 JULI 2019 , 17:38:25

Luhut Beri Hormat Pada ibu Ani Yudhoyono

Luhut Beri Hormat Pada ibu Ani Yudhoyono

SABTU, 01 JUNI 2019 , 19:43:00

Istri Gubernur Sambangi Kaum Dhuafa

Istri Gubernur Sambangi Kaum Dhuafa

SABTU, 25 MEI 2019 , 22:41:00

Sidak Kantor Samsat

Sidak Kantor Samsat

SENIN, 10 JUNI 2019 , 14:19:00



The ads will close in 10 Seconds