Jangan Ada Politikus Sontoloyo dan Genderuwo Di Indonesia

Oleh : Toni Kodri Masaha, SE

OPINI  KAMIS, 15 NOVEMBER 2018 , 21:10:00 WIB

Jangan Ada Politikus Sontoloyo dan Genderuwo Di Indonesia

Toni Kodri Masaha/RMOLSumut

MENJELANG Pemilihan Legislatif 2019 banyak peristiwa dan dinamika politik yang "carut marut" dan mengarah kepada disintegrasi bangsa. Pertarungan tataran ide dan konsep telah bergeser ke arah rasis dan anarkis. Berita hoaks berseliwiran di masyarakat sehingga membuat masyarakat semakin ambigu dan merasa ketakutan.

Dukungan terhadap statemen Presiden Joko Widodo terkait politikus  sontoloyo dan genderuwo bukan tanpa dasar dan alasan yang kuat. Sebagai pemuda yang peduli dengan Negara Indonesia akan menjadi garda terdepan dalam menghadang dan melawan para politkus sontoloyo dan genderuwo yang selalu mengambil keuntungan pribadi dan kelompok.

Seharusnya para politikus di Negara Indonesia selalu mengedepankan kepentingan Bangsa Indonesia dengan selalu memegang dan mengedepankan Ideologi Pancasila. Pancasila bukan hanya sebagai simbol atau ucapan lisan tapi lebih kepada pelaksanaan kata-kata.

Pancasila harus diwujudkan dalam aktivitas dan program para politikus demi terwujudnya masyarakat adil dan makmur. Para politikus sontoloyo dan genderuwo yang mengatakan anti agama, membuat kebijakan tidak berdasarkan kepentingan rakyat dan cenderung merugikan,  melakukan korupsi, tergabung dengan anti Pancasila, mendukung LGB, dll harus segera bertaubat dan kembali ke jalan yang benar.

Jangan mengambil keuntungan ditengah kesengsaraan masyarakat. Para politikus di berbagai segmen dan bidang kami mengharapkan jiwa besarnya dalam berpolitik untuk selalu mengedepankan kepentingan Bangsa Indonesia. Mari bersama mewujudkan masyarakat adil dan makmur.***

Penulis adalah Ketua DPD Pemuda Peduli Negara Indonesia (PPNI) Bangka Belitung

Komentar Pembaca
Prabowo, Stop Politisasi Ojek Online

Prabowo, Stop Politisasi Ojek Online

SELASA, 18 DESEMBER 2018

Ma'ruf Amin Ditekan, Suara NU Goyang

Ma'ruf Amin Ditekan, Suara NU Goyang

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018

Kasus KTP-el, DPR Bisa Bentuk Pansus

Kasus KTP-el, DPR Bisa Bentuk Pansus

SENIN, 10 DESEMBER 2018

Orang Gila Kok Dapat Hak Suara?

Orang Gila Kok Dapat Hak Suara?

JUM'AT, 07 DESEMBER 2018

Tambang Berkomplot Dengan Negara, Kriminalisasi Dan Serangan Atas Pejuang Lingkungan dan HAM Meningkat
Upaya Menggembosi Dahnil Gagal Total

Upaya Menggembosi Dahnil Gagal Total

SENIN, 26 NOVEMBER 2018

Politisi PDIP: Tim Kami Over Acting!

Politisi PDIP: Tim Kami Over Acting!

SELASA, 18 DESEMBER 2018 , 15:00:00

Harga Sawit Turun, Ini Beda Solusi SBY dan Jokowi

Harga Sawit Turun, Ini Beda Solusi SBY dan Jokowi

SENIN, 17 DESEMBER 2018 , 17:00:00

Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 21:00:00

Papan Bunga 'Pembunuhan Janda'

Papan Bunga 'Pembunuhan Janda'

SELASA, 23 OKTOBER 2018 , 14:29:00

Bercanda Bareng Warga

Bercanda Bareng Warga

SENIN, 22 OKTOBER 2018 , 08:56:00

Salat Ghaib

Salat Ghaib

JUM'AT, 02 NOVEMBER 2018 , 17:44:00



The ads will close in 10 Seconds