Tambang Berkomplot Dengan Negara, Kriminalisasi Dan Serangan Atas Pejuang Lingkungan dan HAM Meningkat

Oleh Merah Johansyah

OPINI  JUM'AT, 30 NOVEMBER 2018 , 09:51:00 WIB

Tambang Berkomplot Dengan Negara, Kriminalisasi Dan Serangan Atas Pejuang Lingkungan dan HAM Meningkat

Foto/Net

KRIMINALISASI dan serangan atas pejuang lingkungan hidup dan anti tambang semakin meningkat dan meluas, bahkan muncul juga pola baru yang menyasar akademisi. Semua serangan pada pejuang lingkungan hidup dan anti tambang ini merupakan ancaman serius terhadap masa depan kelestarian lingkungan hidup di Indonesia.
 
Situasi ini seiring dengan apa yang saat ini berlangsung di Asia. Menurut laporan Kalikasan (20112018) dan Global Witness (2015-2018) Indonesia berada urutan keempat mengenai jumlah environmental defenders atau pejuang lingkungan hidup yang terbunuh dengan jumlah 11 orang, setelah Thailand (13 terbunuh), India (37 terbunuh) dan Filipina (157 terbunuh).
 
Dalam laporan Global Witness berjudul Defenders of the earth: Global Killings on Land and Environmental Defenders1 menyebutkan bahwa serangan maksimum berupa pembunuhan meluas hingga 24 negara pada 2016, di mana pada 2015 hanya terjadi pada 16 negara saja. Sebanyak 60 persen pembunuhan terjadi Amerika Latin, khususnya Brazil. Di luar Brazil ada kisah Berta Caceres, seorang perempuan pejuang adat dan lingkungan hidup di Honduras yang ditembak hingga tewas di dalam rumahnya. Kematian Berta Caceres merupakan salah satu kisah pembunuhan yang menghebohkan dunia pada Maret 2016 lalu.
 
Pada laporan Kalikasan berjudul In Peril: The situation of Asia’s Environmental Defenders�" meskipun berbeda angka dan detail, juga mengkonfirmasi hal yang serupa. Filipina menjadi ladang pembunuhan, kriminalisasi dan kekerasan kepada pejuang lingkungan hidup2. 
 
Sementara menurut rekaman data JATAM (Jaringan Advokasi Tambang) terdapat 18 Kasus Kriminalisasi dan Serangan Maksimum berupa Penembakan dan Pembunuhan yang menyasar 81 orang warga penolak Tambang di Indonesia sepanjang 2011 hingga 2018. Pembunuhan atas pejuang anti tambang salah satu yang menghebohkan adalah yang menimpa Salim Kancil, warga desa Selok Awar-awar di Lumajang, Jawa Timur, yang menolak tambang pasir besi di desanya.
 

Komentar Pembaca
Trauma Healing Garudafood Untuk Korban Tsunami Selat Sunda
Evakuasi Taft Tenggelam

Evakuasi Taft Tenggelam

JUM'AT, 18 JANUARI 2019 , 20:36:00

Ribuan Santri Demo Fadli Zon

Ribuan Santri Demo Fadli Zon

JUM'AT, 08 FEBRUARI 2019 , 18:45:00



The ads will close in 10 Seconds