>

Orang Gila Kok Dapat Hak Suara?

Oleh Deny Syafrizal

OPINI  JUM'AT, 07 DESEMBER 2018 , 15:57:00 WIB | LAPORAN: DENNY SYAFRIZAL

Orang Gila Kok Dapat Hak Suara?

Foto/Net

SEBAHAGIAN orang mendapat informasi ini menuai pro dan kontra. Kenapa tidak? Belakang informasi mencuat bahwa orang gila bisa memilih dan mendapat hak pilih. Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) gila  adalah sakit ingatan (kurang beres ingatannya); sakit jiwa (sarafnya terganggu atau pikirannya tidak normal). Berbeda halnya dengan filsafat.

Gila dapat dikaitkan dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat.
Tokoh Dunia Albert Einsten memaparkan bahwa gila  adalah melakukan hal yang sama tetapi mengharapkan hasil yang berbeda. Secara harfiah, gila merupakan terganggunya pikiran atau tidak normal.

KPU belakangan ini menginstruksikan kepada jajaran dibawahnya untuk melakukan pendataan bagi penyandang Disabilitas Grahita/mental.  Dengan landasan UU RI Nomor 7 Tahun 2017 Pasal 198 ayat (1), bagi penyandang Disabilitas Grahita/mental yang telah memenuhi syarat sebagai pemilih.

Perlu diketahui, bawah Disabilitas Grahita  merupakan keadaan keterbelakangan mental, atau keadaan ini sering disebut dengan retardasi mental (mental retardation). Selama ini, disabilitas grahita sangat jarang terdengar publik sehingga dengan gembar-gembornya orang gila  dapat menggunakan haknya mencuat kepermukaan.

Apalagi, tahun 2018 hingga 2019 mendatang merupakan tahun yang sangat rentan akan gesekan politik karena kehadirannya menuai pro dan kontra.

Komentar Pembaca
Wartawan Diselamatkan TNI

Wartawan Diselamatkan TNI

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 12:00:00

Prabowo Tenangkan Pendukung: Kekerasan Jangan Dibalas Kekerasan
Sampai Hari Raya

Sampai Hari Raya

KAMIS, 23 MEI 2019 , 10:00:00

Rachmawati Soekarnoputri Rangkul Golkar Dan PPP
Youth Enterpreneur Summit 2019

Youth Enterpreneur Summit 2019

SENIN, 08 APRIL 2019 , 11:26:00

PWI Sumut Apresiasi Asian Agri

PWI Sumut Apresiasi Asian Agri

KAMIS, 09 MEI 2019 , 18:24:00



The ads will close in 10 Seconds