Hentikan Penambangan Di Sungai Idanogawo, Nias

Rumah Kaca  JUM'AT, 07 DESEMBER 2018 , 16:38:00 WIB | LAPORAN: ROBEDO GUSTI

Hentikan Penambangan Di Sungai Idanogawo, Nias

Foto/RMOLSumut

RMOLSumut. Warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Sungai Idanogawo mendesak agar pemerintah segera menghentikan aktifitas penambangan galian C yang dilakukan di Sungai Idanogawo, Kecamatan Idanogawo, Kabupaten Nias. Menurut mereka penambangan yang dilakukan oleh perusahaan CV Axelindo tersebut terindikasi melanggar aturan karena lokasi penambangan dilakukan pada kawasan Hutan Tanaman Rakyat (HTR) yang berfungsi sebagai Hutan Lindung.

"Penambangan ini meresahkan masayrakat pada 13 desa. Sungai menjadi keruh dan kotor, pinggiran sungai tergerus mengakibatkan longsor. Padahal sungai itu juga menjadi akses sumber air penduduk pada 13 desa tersebut," kata Sekretaris Aliansi Masyarakat Peduli Sungai Idanogawo, Ernest Zamago di Kantor Walhi Sumut, Jumat (7/12).

Ernest menjelaskan, CV Axelindo bukanlah perusahaan yang pertama melakukan penambangan di lokasi ini. Sebelumnya aktifitas penambangan justru dilakukan oleh CV Utama pada tahun 2016 lalu di lokasi yang sama. Perusahaan ini akhirnya hengkang pada tahun yang sama, karena perizinannya tidak kunjung diterbitkan oleh Pemerintah Kabupaten Nias dengan alasan lokasi penambangan berada pada areal HTR yang berfungsi sebagai Hutan Lindung. Ironisnya, pada tahun 2018 tiba-tiba pemerintah mengeluarkan izin kepada CV Axelindo pada lokasi yang sama.

"Kami mempertanyakan dasar pemberian izin ini apa? karena lokasinya sama," ujarnya.

Masyarakat menduga terbitnya perizinan ini terjadi karena adanya 'kongkalikong' antara pengusaha dengan Bupati Nias Sokhiatulo Laoly. Sebab, pengusaha tersebut disebut memiliki hubungan kekerabatan dengan Sokhiatulo Laoly.


Komentar Pembaca
Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

Memperingati 7 Tahun Kematian Kim Jong Il

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 21:00:00

Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

Anak Milenial Mesti Ikut Lokomotif Perubahan

JUM'AT, 14 DESEMBER 2018 , 13:00:00

Jegal OSO Nyaleg, KPU Bisa Kena Sanksi Etik Dan Pidana
Papan Bunga 'Pembunuhan Janda'

Papan Bunga 'Pembunuhan Janda'

SELASA, 23 OKTOBER 2018 , 14:29:00

Bercanda Bareng Warga

Bercanda Bareng Warga

SENIN, 22 OKTOBER 2018 , 08:56:00

Salat Ghaib

Salat Ghaib

JUM'AT, 02 NOVEMBER 2018 , 17:44:00



The ads will close in 10 Seconds