Berdiri Di Jalur Sesar Gempa, Penampungan Limbah Perusahaan Tambang Jadi Ancaman Di Batang Toru

Peristiwa  SABTU, 15 DESEMBER 2018 , 18:20:00 WIB | LAPORAN: ROBEDO GUSTI

Berdiri Di Jalur Sesar Gempa, Penampungan Limbah Perusahaan Tambang Jadi Ancaman Di Batang Toru

Penampungan Limbah Tambang/Net

Penampungan limbah tambang atau tailing menjadi salah satu persoalan yang harus menjadi perhatian pemerintah pada perusahaan pertambangan yang beroperasi pada daerah sesar gempa seperti di kawasan Batangtoru. Sebab, tidak tertutup kemungkinan penampungan limbah yang biasanya mengandung bahan-bahan kimia berbahaya seperti mercuri maupun sianida tersebut akan mengalami kerusakan saat terjadinya gempa.

"Secara teknis kami tentu tidak pernah mengukur kekuatan, tentu itu menjadi bagian yang harus diawasi pemerintah," kata Direktur Jaringan Monitor Tambang (JMT) Ali Adam, Sabtu (15/12).

Ali Adam menjelaskan, pihak JMT beberapa waktu lalu pernah melakukan investigasi terkait keberadaan kolam penampungan limbah tambah milik salah satu perusahaan pertambangan di Batang Toru yakni PT Agincourt Resources. Hasilnya mereka memastikan bahwa, perusahaan tersebut memiliki kawasan penampungan untuk memproses limbah tambang sebelum dibuang ke Sungai Batangtoru. Letaknya sendiri berada di kawasan tebing yang berbatasan langsung dengan masyarakat yang ada dibawahnya. Meskipun proses tersebut dilakukan untuk memastikan sisa limbah yang dibuang sudah memenuhi standart tertentu, namun pembuangan limbah sisa tambang tersebut sangat mempengaruhi kelestarian sungai.

"Sungai itu seperti makhluk hidup dapat merecovery diri sendiri jika bebannya tidak terlalu tinggi," ungkapnya.

Tanpa ada bencana gempa yang berpotensi merusak penampungan limbah tambang tersebut pun kata Ali, saat ini masyarakat sudah merasakan dampaknya. Salah satunya yakni ketakutan masyarakat untuk mengkonsumsi air dari sungai tersebut. Bukan hanya itu, dampak ekonomi yang paling terasa yakni seperti yang dialami warga di Muara Huta Raja yang dulunya terkenal sebagai daerah penghasil ikan sale. Saat ini menurut Ali, warga disana tidak lagi memproduksi ikan sale karena masyarakat enggan memakan ikan hasil produksi mereka.


Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

Bersih-Bersih Sungai

Bersih-Bersih Sungai

SELASA, 25 JUNI 2019 , 13:15:00

Pelantikan Siswa SMAN 1 Plus Matauli

Pelantikan Siswa SMAN 1 Plus Matauli

RABU, 24 JULI 2019 , 17:41:00

Prabowo Diantara Megawati dan Puan

Prabowo Diantara Megawati dan Puan

RABU, 24 JULI 2019 , 15:31:00