Advokat HKBP Filadelfia Bekasi: Lebih Sulit Peroleh Jawaban Pemerintah Daripada Tuhan

Hukum  MINGGU, 30 DESEMBER 2018 , 11:19:00 WIB

Advokat HKBP Filadelfia Bekasi: Lebih Sulit Peroleh Jawaban Pemerintah Daripada Tuhan
RMOLSumut. Ratusan Umat Kristiani dari Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Filadelfia Bekasi, bersama Gereja Kristen Indonesia Yasmin (GKI Yasmin) Bogor kembali menggelar ibadah bersama di seberang Istana Negara, Jakarta.

Ibadah yang ke 185 kalinya itu bertepatan hari Natal, Selasa (26/12) lalu, yaitu perayaan kelahiran Yesus Kristus sebagai Juruselamat umat manusia, sebagaimana kepercayaan umat Kristiani.

Anggota Tim Advokasi Jemaat HKBP Filadelfia Bekasi, Judianto Simanjuntak mengatakan, sejak tahun 2012, sudah sebanyak 185 kali ibadah jemaat kedua gereja itu  di seberang Istana Negara. Dikarenakan kedua gereja di tempat berbeda, Bekasi dan Bogor, ditutup paksa oleh kelompok massa intoleran dan anarkis, dan didukung oleh aparat pemerintah.

Hingga kini, rumah ibadah mereka tidak diizinkan oleh Pemerintah Jawa Barat untuk menjalankan peribadatan kristiani. Padahal, menurut Judianto, melalui proses hukum yang sah di Indonesia, kedua gereja itu sudah diputus pengadilan secara sah boleh dipergunakan untuk peribadatan mereka.

"Putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, final dan mengikat tidak dilaksanakan. Putusan itu diabaikan oleh Walikota Bogor dan Bupati Bekasi juga karena tekanan massa intoleran. Padahal, putusan pengadilan jelas menegaskan bahwa Jemaat GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia berhak mendirikan bangunan gereja atau rumah ibadah di lokasi lahan miliknya," tutur Judianto dalam keterangannya.


Komentar Pembaca


The ads will close in 10 Seconds