Syukurlah, Ibu Kota Hoax Dunia Bukan Di Indonesia

Ragam  SELASA, 08 JANUARI 2019 , 16:00:00 WIB

Syukurlah, Ibu Kota Hoax Dunia Bukan Di Indonesia
RMOLSumut. Bahaya laten hoax (kabar bohong) sudah dianggap sebagai ancaman serius oleh masyarakat Indonesia, terutama di musim politik seperti sekarang.

Sehari-hari hoax bertebaran di media sosial kita. Dari lapisan elite sampai kelas bawah berbagi peran sebagai produsen, distributor sampai konsumen hoax.

Tapi jangan terlalu kecil hati, seolah-olah Indonesia cuma bisa juara hoax. Faktanya, virus hoax lebih mengakar di negeri jauh. Veles, kota kecil di negeri Makedonia-lah, yang dijuluki "ibu kota hoax dunia".


Sejumlah warga Veles mengambil untung dari kontes politik di negara lain yang tidak ada kaitannya dengan kehidupan mereka. Meramaikan pemilu dengan distribusi informasi palsu dan menuai uang tunai dari kegiatan tersebut. Industri hoax pun bersemi di bumi Asia, terutama Malaysia dan Indonesia.

Channel News Asia (CNA) baru-baru ini mewawancarai para produsen informasi palsu yang bermukim di Vales. Mereka mengaku ikut campur dalam pemilihan umum di Amerika Serikat yang dimenangkan Donald Trump.

Komentar Pembaca
Trauma Healing Garudafood Untuk Korban Tsunami Selat Sunda
Pantau Persiapan Natal Nasional

Pantau Persiapan Natal Nasional

RABU, 26 DESEMBER 2018 , 10:31:00

Evakuasi Taft Tenggelam

Evakuasi Taft Tenggelam

JUM'AT, 18 JANUARI 2019 , 20:36:00



The ads will close in 10 Seconds