Kasus Dugaan Ujaran Kebencian 'Teror Bom Surabaya', Dosen USU Ini Mulai Disidang

Hukum  KAMIS, 10 JANUARI 2019 , 11:41:00 WIB | LAPORAN: ROBEDO GUSTI

Kasus Dugaan Ujaran Kebencian 'Teror Bom Surabaya', Dosen USU Ini Mulai Disidang

Himma Dewiyana Lubis/RMOLSumut

RMOLSumut. Kasus dugaan ujaran kebencian yang dilakukan oleh Dosen Universitas Sumatera Utara (USU) Himma Dewiyana Lubis (45) pasca teror bom Surabaya pada Mei 2018 lalu mulai disidangkan. Himma menjalani sidang perdana yang digelar dengan agenda pembacaan dakwaan oleh JPU Tiorida Juliana Hutagaol di PN Medan, Rabu (9/1/2019).

Dosen di Fakultas Ilmu Budaya USU ini didakwa telah melanggar Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45A ayat (2) UU RI No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA)," kata JPU Tiorida Juliana Hutagaol di hadapan majelis hakim yang diketuai Riana Pohan.

Himma sendiri terjerat perkara ini setelah memposting kalimat "Skenario pengalihan yg sempurna #2019GantiPresiden" dan "ini dia pemicunya Sodara, Kitab Al-Quran dibuang" di akun Facebook miliknya. Status itu ditulis di rumahnya, di Kompleks Johor Permai, Gedung Johor, Medan Johor, Medan.

Postingan Himma menjadi viral di media sosial dan akhirnya sampai ke personel Subdit II Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Sumut pada Kamis (17/5/2018). Penyelidikan dilakukan, Himma pun diamankan dan ditahan.


Komentar Pembaca


The ads will close in 10 Seconds