Ponsel Banjir, Pengawasan Teknisi Bersertifikasi Sangat Mendesak

Ekonomi  SABTU, 12 JANUARI 2019 , 16:56:00 WIB | LAPORAN: ROBEDO GUSTI

Ponsel Banjir, Pengawasan Teknisi Bersertifikasi Sangat Mendesak

Foto/RMOLSumut

RMOLSumut. Pengawasan terhadap teknisi handphone bersertifikasi menjadi sebuah kebutuhan ditengah tingginya angka penggunaan handphone ditengah masyarakat. Hal ini disampaikan pengamat sosial Iskandar HP Sitorus.

"Ini termasuk hal yang serius. Karena peran ponsel atau smartphone sekarang sudah mengeser posisi makanan pokok sebagai kebutuhan primer" ucapnya kepada wartawan usai membuka pelatihan teknisi ponsel yang digelarnya secara gratis di Medan, Jumat (11/1/2019).

Iskandar menjelaskan sesuai PP nomor 10 tahun 2018 tentang Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan sebagaimana diamanatkan dalam UU no 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan yang berkompeten, keberadaan seseorang dengna profesi tertentu penting untuk disertifikasi. Dengan kata lain, seseorang layak menyandang status sebagai teknisi ponsel jika ia sudah memiliki sertifikat yang dikeluarkan lembaga berwenang atas profesinya tersebut. Kekhawatiran yang harus diperhatikan menurut iskandara karena ternyata hampir seluruh produsen ponsel yang menjual produknya dengan garansi perbaikan jika ada kerusakan dalam masa tertentu, justru teknisinya belum bersertifikasi.

"Ini jelas menjadi ancaman baru bagi seluruh rakyat Indonesia yang sudah bisa dipastikan sebagai konsumen ponsel. Karena ternyata, ketika ponsel kita rusak, tidak satupun teknisi yang bersertifikasi k yang dipekerjakan oleh toko atau produsennya" tegasnya.

Harusnya, lanjut pria bertubuh kecil ini, pemerintah sudah bisa mulai menyikapi peraturan tersebut. Apalagi keadaan ini bisa berdampak kerugian terhadap konsumen, terlebih dengan maraknya teknisi liar tak berlegalitas dan tidak memiliki kompeten, namun tetap bebas beraktivitas.


Komentar Pembaca
Trauma Healing Garudafood Untuk Korban Tsunami Selat Sunda
Pantau Persiapan Natal Nasional

Pantau Persiapan Natal Nasional

RABU, 26 DESEMBER 2018 , 10:31:00

Evakuasi Taft Tenggelam

Evakuasi Taft Tenggelam

JUM'AT, 18 JANUARI 2019 , 20:36:00



The ads will close in 10 Seconds