Ahli Orangutan Asing Ikut Beri Keterangan Pada Sidang Gugatan Soal PLTA Batang Toru

Hukum  SENIN, 14 JANUARI 2019 , 14:25:00 WIB | LAPORAN: ROBEDO GUSTI

Ahli Orangutan Asing Ikut Beri Keterangan Pada Sidang Gugatan Soal PLTA Batang Toru

Foto/RMOLSumut

Ahli Universitas John Moores Liverpool, Prof Serge Wich ikut memberikan keterangan dalam persidangan lanjutan soal gugatan atas pembanguan proyek PLTA Batangtoru di PTUN Medan, Senin (14/1/2019). Serge dihadirkan sebagai saksi ahli yang berkecimpung dalam penelitian tentang Orangutan dan juga disebut terlibat dalam proses identifikasi Orangutan Tapanuli.

Dalam keterangannya, Serge mengatakan proyek pembangunan PLTA Batangtoru merupakan hal yang sangat membahayakan kelangsungan hidup Orangutan Tapanuli. Hal ini karena lokasi proyek pembangunan tersebut akan memisahkan beberapa blok yang menjadi wilayah jelajah orang utan.

"Orangutan dari blok Timur ke Blok Barat dan juga blok Sibual-buali akan terputus," katanya

Serge menjelaskan terdapat masing-masing populasi orangutan pada ketiga blok tersebut. Secara khusus pada lokasi proyek pembangunan PLTA Batangtoru merupakan blok dengan jumlah populasi orangutan terbesar yakni blok Barat. Karena itulah keberadaan Orangutan Tapanuli pada blok tersebut akan semakin terdesak dengan pembangunan proyek pembangkit listrik tersebut.

"Masing-masing blok harus terkoneksi, karena wilayah masing-masing yang sangat sempit," ujarnya.


Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

Bersih-Bersih Sungai

Bersih-Bersih Sungai

SELASA, 25 JUNI 2019 , 13:15:00

Pelantikan Siswa SMAN 1 Plus Matauli

Pelantikan Siswa SMAN 1 Plus Matauli

RABU, 24 JULI 2019 , 17:41:00

Prabowo Diantara Megawati dan Puan

Prabowo Diantara Megawati dan Puan

RABU, 24 JULI 2019 , 15:31:00