Kasus Penghinaan Bendera Tauhid Kembali Disidangkan Di PN Medan

Hukum  RABU, 23 JANUARI 2019 , 11:40:00 WIB | LAPORAN: ROBEDO GUSTI

Kasus Penghinaan Bendera Tauhid Kembali Disidangkan Di PN Medan

Foto/RMOLSumut

RMOLSumut. Kasus ujaran kebencian atas kasus pembakaran Bendera Tauhid yang melibatkan seorang mahasiswa kembali disidangkan di PN Medan. Terdakwa dalam kasus ini Agung Kurnia Ritonga (22) harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di kursi pesakitan pada Ruang Cakra 3 PN Medan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rahmi Shafrina dalam dakwaannya mengatakan perbuatan Agung berawal pada tanggal 24 Oktober 2018 di sebuah kedai kopi di jalan Laksana Medan.

"Saat itu terdakwa mengetikan kalimat di instastory instagramnya dengan isi kalimatnya berupa 'Kenapa rupanya kalo bendera tauhid dibakar? Tuhan kalian ikut terbakar rupanya? Makanya, jangan banyak kali ikut pengajian yang ngajarkan budaya, jadi tolol bangsad. Tuhan kalian aja anteng diatas lagi gitaran sambil mabuk amer dan nulis puisi bokep, klen pulak yang sibuk'," ucap JPU Rahmi.

Lebih lanjut, kata JPU, terdakwa nekat melakukan perbuatan itu, lantaran protes terhadap orang-orang yang marah dengan pembakaran bendera Tauhid. Sebab dengan marah-marahnya mereka tersebut, menurut terdakwa tidak menyimbolkan ajaran Islam karena hanya dengan dibakarnya bendera nilai ke Islaman tidak hilang.

JPU mengatakan berdasarkan keterangan ahli ITE, bahwa perbuatan terdakwa masuk kedalam tindakan pidana yang menjurus  ke SARA. Sementara, berdasarkan keterangan ahli bahasa, bahwa postingan terdakwa pada akun instagram Patipadam, merupakan penistaan agama.


Komentar Pembaca
Trauma Healing Garudafood Untuk Korban Tsunami Selat Sunda
Pantau Persiapan Natal Nasional

Pantau Persiapan Natal Nasional

RABU, 26 DESEMBER 2018 , 10:31:00

Evakuasi Taft Tenggelam

Evakuasi Taft Tenggelam

JUM'AT, 18 JANUARI 2019 , 20:36:00



The ads will close in 10 Seconds