Generasi Milenial Dan Media Sosial Di Tahun Politik

Oleh Fikri Mubarak

OPINI  RABU, 23 JANUARI 2019 , 11:55:00 WIB

Generasi Milenial Dan Media Sosial Di Tahun Politik

Ilustrasi/Net

Menurut para peneliti sosial, generasi milenial adalah muda-mudi yang saat ini berusia antara 15 sampai dengan 35 tahun. Seiring dengan semakin hangatnya dinamika politik menuju pemilu 2019, generasi milenial mulai banyak diperbincangkan, baik dari segi karakter dalam penggunaan media sosial, hingga sikap dan pandangan politik.

Penggunaan media sosial dalam satu dekade terakhir telah menjadi revolusi digital yang mempengaruhi kehidupan manusia. Revolusi digital ini mengubah perilaku dan kultur masyarakat dalam berkomunikasi dan mengkonsumsi informasi.

Media sosial mengubah informasi menjadi lebih personal, monomedia menjadi multimedia, periodic menjadi real time, kelangkaan informasi menjadi keberlimpahan informasi. Hal inilah yang menyebabkan media sosial memiliki daya tarik yang begitu besar, khususnya bagi generasi milenial.
Saat ini media sosial kian digemari dan menjadi bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Bagi generasi milenial media sosial berfungsi sebagai sumber informasi, ruang komunikasi dialogis, dan wadah dalam membangung product & personal branding.

Tidak dapat dipungkiri bahwa media sosial banyak membantu kehidupan manusia. Di tahun-tahun politik misalnya, media  sosial dijadikan alat yang efektif dalam berkampanye, beradu gagasan, menjatuhkan lawan, bahkan tidak jarang ditemui, pengguna atau pihak yang tidak bertanggung jawab menyebarkan berita bohong atau hoax untuk mengeksploitasi lawan politik. Hal ini tentu dilakukan sebagai upaya mempengaruhi pandangan dan pilihan politik, khususnya generasi muda yang menjadi penghuni media  sosial tersebut. Kita bisa melihat bagaimana linimassa media sosial dipenuhi oleh hoax yang begitu provokatif. Siapapun bisa menjadi content writer di media sosial sehingga tidak mengherankan ketika media sosial benar-benar menjadi media bebas.

Penggunaan media sosial untuk kampanye politik tidak bisa dihindarkan. Para politisi tentu juga sadar bahwa media sosial sudah menjadi arus utama informasi bagi generasi milenial. Karena itu, mendekati milenial melalui media sosial juga harus dengan cara-cara yang bijak. Bukan dengan menyebarkan informasi yang tak bermutu hanya untuk meraup suara semata. Dalam hal ini politisi dituntut bertanggungjawab untuk memberikan edukasi politik yang positif kepada generasi milenial melalui media sosial sehingga kesadaran politik yang terbangun adalah kesadaran politik yang positif pula.


Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

Bersih-Bersih Sungai

Bersih-Bersih Sungai

SELASA, 25 JUNI 2019 , 13:15:00

Pelantikan Siswa SMAN 1 Plus Matauli

Pelantikan Siswa SMAN 1 Plus Matauli

RABU, 24 JULI 2019 , 17:41:00

Prabowo Diantara Megawati dan Puan

Prabowo Diantara Megawati dan Puan

RABU, 24 JULI 2019 , 15:31:00