>

Jokowi Dan Ironi Imlek Umat Khonghucu

OPINI  SABTU, 09 FEBRUARI 2019 , 00:47:00 WIB

Jokowi Dan Ironi Imlek Umat Khonghucu

Foto/Net

PASCA agama Khonghucu dipulihkan sebagai salah satu agama resmi di Indonesia, tahun 2000 silam, secara rutin Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) mengadakan Perayaan Imlek Tingkat Nasional yang selalu dihadiri oleh Presiden RI dan MURI mencatat hal ini dengan fenomenal.

Tahun ini, Perayaan Imlek Nasional memasuki tahun 2570 yang akan diadakan oleh Matakin di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), 10 Februari 2019. Ini adalah Imlek yang memang yang sesungguhnya diakui dan dihadiri oleh Lembaga Kepresidenan dari semenjak Gus Dur menjadi Presiden.

Ironisnya ketika Presiden Jokowi menjadi Presiden, belum sekalipun beliau sebagai pribadi dan sebagai pemegang lembaga Kepresidenan hadir. Sungguh ironi dengan fenomena ini, ada apakah gerangan? Rakyat kecil yang beragama Khonghucu mempertanyakannya dengan cemas dan sedih. Kenapa Presiden Jokowi yang menjadi simbol pembela wong cilik, penjaga yang tertindas justru terkesan "cuek" dan tidak mau peduli dan ambil pusing.

Umat Khonghucu didoktrin untuk selalu mencintai dan menghormati pemimpinnya. Sebab pemimpin dalam hal ini Presiden adalah Ayah Bunda Rakyat. Ibarat seorang anak yang mungkin sesekali tidak didengar oleh Ayah Bunda nya umat Khonghucu tetap akan berusaha dengan baik. Sebab ini merupakan pengejawantahan dari 5 hubungan Kemasyarakatan yang diajarkan oleh Khong Hu Cu dan menjadi doktrin wajib yang dijalani oleh para Confucian.

Kemarin 7 Februari 2019 Presiden hadir Imlek Nasional yang diadakan oleh para pengusaha yang mengklaim dirinya Tionghoa dan Presiden belum jelas duduk perkaranya terkesan menutup pintu tidak akan hadir pada Imlek Nasional Matakin yang jelas-jelas adalah Imlek resmi yang boleh diakui lembaga Kepresidenan dari tahun ke tahun pascar era Reformasi. Kenapa penulis berani mengatakan demikian karena memang sejak era Reformasi Presiden Gus Dur, Megawati dan SBY selalu menghadiri perayaan Imlek Matakin ini. Tapi apa mau dikata, Presiden kelihatannya memilih dalam posisi tidak menggubris Imlek Matakin yang notabene Imlek yang memang sebagai representasi Umat Khonghucu.


Komentar Pembaca
Mandailing Style

Mandailing Style

SENIN, 22 APRIL 2019

Pencoblosan Ngawur Di Malaysia

Pencoblosan Ngawur Di Malaysia

SABTU, 13 APRIL 2019

Inovasi Sandi Merambat Ke Kaum Milenial
Presiden Sebaiknya Keluarkan Instruksi dan Maklumat
Saatnya Dua Jenderal Umat Turun Gunung
Dampak Elektoral Kasus Romi

Dampak Elektoral Kasus Romi

MINGGU, 24 MARET 2019

Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

JUM'AT, 19 APRIL 2019 , 21:00:00

Real Count KPU Lambat!

Real Count KPU Lambat!

KAMIS, 18 APRIL 2019 , 17:00:00

Jokowi: Jangan Jumawa, Tunggu Hasil Resmi KPU

Jokowi: Jangan Jumawa, Tunggu Hasil Resmi KPU

RABU, 17 APRIL 2019 , 19:00:00

Rachmawati Soekarnoputri Rangkul Golkar Dan PPP
Youth Enterpreneur Summit 2019

Youth Enterpreneur Summit 2019

SENIN, 08 APRIL 2019 , 11:26:00



The ads will close in 10 Seconds