>

Sumut Ladang Mafia?

Oleh: Alwi Hasbi Silalahi

OPINI  MINGGU, 10 FEBRUARI 2019 , 19:47:00 WIB

Sumut Ladang Mafia?

Alwi Hasbi Silalahi/RMOLSumut

DIAWAL tahun 2019 ini masyarakat Sumatera Utara di hebohkan dengan keberanian Kepolisian Daerah (Polda) Sumut membongkar kasus PT Alam, hal ini tentu beralasan mengingat perusahaan ini dipimpin Musa Idishah alias Dody Shah adik dari Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah (Ijeck). Pada tanggal 30 Januari 2019 Dody Shah diamankan oleh Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut, rumahnya pun lantas menjadi salah satu tempat yang diperiksa terkait dugaan permainan alih fungsi hutan lindung.

Persoalan yang menimpa Dodi tentu turut menyeret keluarga Shah lainnya, termasuk Ijeck dan orang tuanya Haji Anif Shah. Beberapa waktu yang lalu Ijeck juga telah memenuhi panggilan pihak Polda Sumut sebagai saksi dugaan alih fungsi hutan lindung yang menimpa adiknya itu.

Keberanian Polda Sumut untuk membongkar kasus ini tentu harus diapresasi, hal ini tentu menunjukkan bahwa hukum di Sumut tidak lagi mengenal istilah 'tumpul keatas dan tajam kebawah'. Dengan keberanian tersebut harapannya Polda Sumut masih terus melanjutkan untuk memberantas segala mafia yang ada di provinsi ini. Masih banyak persoalan laten yang menggurita terjadi di Sumatera Utara ini.

Sedikit mengingat masa lalu, Provinsi yang termasuk di ujung Pulau Sumatera ini juga banyak menyimpan catatan tentang keberadaan 'Mafia'. Seperti halnya Sahara Oloan Panggabean yang akrab dikenal dengan nama Olo Panggabean, pria kelahiran Tarutung ini dikenal sebagai salah satu 'raja perjudian'. Reputasinya kala itu sangat dihitung pada skala Sumut maupun Indonesia sehingga menjadikannya legenda yang masih saja terus disebut, ditambah lagi sosok Olo juga dikenal sangat dermawan yang artinya sangat jauh berbeda dengan kehidupannya di 'dunia hitam'.

Peraktek perjudian yang dilakukan Olo kemudian banyak mengalami penurunan dimasa kepemimpina Jendral Sutanto sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) pada tahun 2005. Seperti dilansir Palembang.tribunnews.com pada 25 September 2018, bisnis perjudian Olo kemudian berubah menjadi usaha-usaha legal seperti perusahaan Otobus (PO) dan Pom Bensin.


Komentar Pembaca
Edy Rahmayadi Netral?

Edy Rahmayadi Netral?

SELASA, 23 APRIL 2019

Mandailing Style

Mandailing Style

SENIN, 22 APRIL 2019

Pencoblosan Ngawur Di Malaysia

Pencoblosan Ngawur Di Malaysia

SABTU, 13 APRIL 2019

Inovasi Sandi Merambat Ke Kaum Milenial
Presiden Sebaiknya Keluarkan Instruksi dan Maklumat
Saatnya Dua Jenderal Umat Turun Gunung
Jika KPU Tak Netral, People Power Bisa Terwujud
Warga Madura Tawarkan Senjata Untuk La Nyalla

Warga Madura Tawarkan Senjata Untuk La Nyalla

SENIN, 22 APRIL 2019 , 15:00:00

Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

JUM'AT, 19 APRIL 2019 , 21:00:00

Rachmawati Soekarnoputri Rangkul Golkar Dan PPP
Youth Enterpreneur Summit 2019

Youth Enterpreneur Summit 2019

SENIN, 08 APRIL 2019 , 11:26:00



The ads will close in 10 Seconds