>

Yasonna Laoly: Perjanjian MLA Dengan Swiss Untuk Kejar 'Uang Panas' Di Luar Negeri

Politik  MINGGU, 17 FEBRUARI 2019 , 17:15:00 WIB | LAPORAN: ROBEDO GUSTI

Yasonna Laoly: Perjanjian MLA Dengan Swiss Untuk Kejar 'Uang Panas' Di Luar Negeri

Yasonna Laoly/RMOLSumut

RMOLSumut. Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengatakan perjanjian Mutual Legal Assistance (MLA) yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Switzerland merupakan langkah maju untuk mengejar 'uang panas' hasil kejahatan korupsi yang disembunyikan di luar negeri. Hal ini disampaikannya usai Diskusi Millenial dan Fun Walk di Lapangan Merdeka, Medan, Sabtu (16/2/2019).

Upaya ini sendiri menurutnya masih memerlukan tindak lanjut bersama seluruh instansi penegak hukum di dalam negeri.

"Upaya ini masih memerlukan tindak lanjut berupa roadmap. Kita akan bekerjasama dengan Polri, Kejaksaan Agung, PPATK dan KPK serta Kementerian Luar Negeri guna pemetaan," katanya.

Yasonna menjelaskan Pemerintah Indonesia sudah sangat lama menginginkan kesepakatan yang dibuat dalam bentuk perjanjian MLA ini. Dengan demikian pemerintah Indonesia dapat meminta pembekuan rekening orang-orang yang diduga melakukan kejahatan korupsi dan menyimpannya pada bank di Switzerland tersebut.

"Dengan 37 pasal kita meminta rekening tersebut  dibekukan agar tidak bisa ditransfer ke mana-mana. Kemudian kita lakukan upaya hukumnya untuk selanjutnya ditarik ke negara," katanya.


Komentar Pembaca
Luhut Beri Hormat Pada ibu Ani Yudhoyono

Luhut Beri Hormat Pada ibu Ani Yudhoyono

SABTU, 01 JUNI 2019 , 19:43:00

Istri Gubernur Sambangi Kaum Dhuafa

Istri Gubernur Sambangi Kaum Dhuafa

SABTU, 25 MEI 2019 , 22:41:00

Sidak Kantor Samsat

Sidak Kantor Samsat

SENIN, 10 JUNI 2019 , 14:19:00



The ads will close in 10 Seconds