Perang Total Di Pesta Demokrasi?

Oleh : Alwi Hasbi Silalahi

OPINI  SABTU, 23 FEBRUARI 2019 , 16:10:00 WIB

Perang Total Di Pesta Demokrasi?

Alwi Hasbi Silalahi/RMOLSumut

DALAM catatan sejarah di Indonesia, pesta demokrasi dicetuskan pertama kali oleh Presiden Soeharto pada pidatonya saat membuka rapat pimpinan daerah se Indonesia  di Jakarta tahun 1981 yang lalu. Pesta demokrasi kemudian disematkan di Indonesia sejak terjadinya pemilu tahun 1982, dengan harapan pemilu melahirkan kematangan masyrakat dalam demokrasi. Hingga saat ini, pesta demokrasi masih digunakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam mengkampanyekan pelaksaan pemilu yang akan berlangsung 17 April 2019 mendatang.

Dalam perjalannya di Indonesia, pesta demokrasi dijadikan sebuah wahana berperang oleh orang-orang yang menjadi kandidat baik calon anggota legislatif maupun calon presiden dan wakil presiden. Perang yang penulis maksud adalah sebuah perlombaan memperebutkan hati rakyat sebagai pemilih, baik itu dengan gagasan maupun dengan elektabilitas calon yang harus terus ditingkatkan setiap harinya.

Menjelang pemilihan umum tahun 2019 ini, perang sesuai yang penulis sebutkan diatas mulai bergeser kearah yang lebih negatif. Kita tentu menyadari, saat ini iklim kontestasi  tidak sehat dan berhasil memproduksi benih-benih perpecahan di antara masyarakat  Indonesia. Hal ini terbukti dengan pemandangan kehidupan sosial di masyarakat kita yang seakan berkelompok menjadi dua gelombang besar, dan itu semua didasari dengan adanya pandangan politik yang berbeda.

Kepala staf Kepresidenan Moeldoko yang juga bahagian dari Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo " Ma’ruf Amin, menyatakan kita saat ini menuju pada sebuah istilah yang dinamakan perang total. Mantan panglima TNI itu juga menyebutkan bahwa segala sumber daya akan dikerahkan untuk memenangkan pasangan Jokowi dalam perang tota tersebut.

Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan besar di benak kita, apa yang dimaksud Moeldoko dengan perang total tersbut? Dan apa strategi yang akan dijadikan senjata dalam menempuh perang total tersebut? Penulis sendiri sulit menerjemahkan maksud dari Jendral Purnawirawan Moeldoko itu, namun penulis ingin sedikit mengupas fenomena tentang perang dalam konteks negatif negatif yang terjadi di pesta demokrasi saat ini.


Komentar Pembaca
Evakuasi Taft Tenggelam

Evakuasi Taft Tenggelam

JUM'AT, 18 JANUARI 2019 , 20:36:00

Ribuan Santri Demo Fadli Zon

Ribuan Santri Demo Fadli Zon

JUM'AT, 08 FEBRUARI 2019 , 18:45:00

HSE TSE Pertamina Sungai Gerong Terbakar

HSE TSE Pertamina Sungai Gerong Terbakar

SENIN, 11 FEBRUARI 2019 , 09:33:00



The ads will close in 10 Seconds