>

Monopoli Penguasaan Lahan Sama Dengan Pengkhianatan Amanat Konstitusi

Oleh : Prof Dr. H. Hasim Purba

OPINI  SELASA, 26 FEBRUARI 2019 , 10:20:00 WIB

Monopoli Penguasaan Lahan Sama Dengan Pengkhianatan Amanat Konstitusi

Prof. Dr. Hasim Purba/RMOLSumut

MASALAH penguasaan lahan yang sangat luas dan menumpuk di tangan orang-orang tertentu atau dikuasai atas nama Perusahaan yang dimiliki kelompok-kelompok pemilik modal saat ini menjadi topik hangat diberbagai kalangan. Isu monopoli penguasaan lahan oleh kelompok-kelompok tertentu ini sebenarnya telah lama mewarnai masalah pertanahan di Indonesia. Bahkan isu ini telah menjadi gorengan dalam setiap tahun politik, baik yang berskala nasional maupun yang sifatnya lokal/daerah. Isu permasalahan pertanahan yang umumnya sering menjadi korbannya adalah rakyat petani atau kelompok masyarakat kecil yang sudah lama mendiami suatu lahan  menjadi objek janji-janji politik  yang dilakukan Calon Presiden/Calon Wakil Presiden, Calon Anggota DPR RI, Calon Anggota DPD RI, Calon Anggota DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota,  bahkan Para Calon Kepala Daeran/Wakil Kepala Daerah seperti Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati , maupun Wali Kota/Wakil Wali Kota, untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat pemilih yang ada di Daerah Pemilihannya masing-masing.

Perlu diketahui hampir seluruh daerah di wilayah Republik Indonesia ini mempunyai konflik/ sengketa lahan yang berkepanjangan.
Berbagai permasalahan pertahanan yang mendera kehidupan masyarakat seolah tak ada ujung penyelesaiannya. Konflik-konflik lama banyak belum terselesaikan, malah timbul lagi konflik baru dengan skala dan jumlah yang lebih besar dan meluas. Sangat menarik topik permasalahan agraria/pertanahan menjadi salah satu isu yang dijadikan materi debat seri ke 2 Calon Presiden pada tanggal 17 Februari 2019.

Walaupun debat tersebut telah selesai, ternyata isu permasalahan agraria dan sengketa lahan menjadi salah satu isu yang disoroti masyarakat luas. Selain karena isu ini diangkat salah seorang Calon Presiden Petahana (Ir .Joko Widodo) yang dianggap sebagian kalangan dijadikan alat menyerang pribadi Calon Presiden Prabowo Subianto dengan menyebutkan luasan bidang-bidang tanah yang dikuasai Capres Prabowo Subianto, maka hal yang menarik adalah berbagai media secara terbuka mempublis siapa-siapa saja pengusaha dan pejabat yang terdata sebagai pemilik/penguasa lahan-lahan yang sangat luas dan pantastis dan bahkan jauh lebih luas dari sekedar luasan lahan HGU yang dikuasai Perusahaan Capres Prabowo Subianto. Meskipun isu penguasaan lahan-lahan yang luas  ini telah lama, namun tabir monopoli penguasaan lahan ini benar-benar tersibak saat ini.

Amanat Konstitusi vs Monopoli Penguasaan Lahan

Menyangkut penguasaan lahan dan sumber daya alam di  seluruh wilayah  RI ini sebenarnya telah jelas dan tegas digariskan oleh Pasal 33 ayat (3) UUD 1945 yaitu : "Bumi, air serta kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat".  Dari amanat pasal tersebut sebenarnya dapat ditarik beberapa makna antara lain; bahwa pemegang hak atas tanah dan termasuk kekayaan alam yang ada di seluruh wilayah Indonesia adalah seluruh Rakyat Indonesia sepanjang masa, yaitu generasi terdahulu, generasi sekarang, dan generasi yang akan datang. Secara theologis harus difahami bahwa tanah, air dan kekayaan alam yang ada di seluruh wilayah Indonesia adalah karunia Allah SWT kepada seluruh Rakyat Indonesia. Tanah , air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya merupakan satu kesatuan dan mempunyai hubungan yang abadi dengan Rakyat Indonesia, dan tidak boleh diserahkan kepada bangsa/pihak asing. Demikian juga tidak boleh hanya dinikmati dan dikusasai oleh sekelompok tertentu saja dengan mengorbankan hak-hak konstitusional dari Rakyat Indonesia lainnya. Dengan kata lain bahwa konstitusi dalam hal ini UUD 1945 tidak mentolerir praktek monopoli penguasaan pertanahan.

Komentar Pembaca
Rachmawati Soekarnoputri Rangkul Golkar Dan PPP
Youth Enterpreneur Summit 2019

Youth Enterpreneur Summit 2019

SENIN, 08 APRIL 2019 , 11:26:00

PWI Sumut Apresiasi Asian Agri

PWI Sumut Apresiasi Asian Agri

KAMIS, 09 MEI 2019 , 18:24:00



The ads will close in 10 Seconds