>

Begini Kronologis Penangkapan 8 Orang Dari Acara Tabligh Akbar NU Di Tebing Tinggi

Peristiwa  RABU, 27 FEBRUARI 2019 , 17:50:00 WIB | LAPORAN: ROBEDO GUSTI

Begini Kronologis Penangkapan 8 Orang Dari Acara Tabligh Akbar NU Di Tebing Tinggi

Foto/Ist

RMOLSumut. Delapan orang warga yang diamankan polisi karena membuat onar dan ingin membubarkan acara Haul Nadhlatul Ulama (Nu) ke 93 yang dikemas dalam Tabliq Akbar dan Tausiah serta pelantikan pengurus IPNU dan IPPNU di Lapangan Sri Mersing di jalan Sutomo, Kelurahan Satria, Kota Tebing Tinggi.

Awalnya kegiatan tersebut yang dihadiri Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto, Wali Kota Tebing Tinggi Umar Zunaidi Hasibuan, tokoh agama serta pemuka masyarakat berjalan aman, lancar dan tertib. Namun tiba tiba sekelompok orang yang mengatasnamakan FPI berteriak dan mencoba menerobos masuk dengan berteriak meminta acara tersebut dibubarkan, polisi yang sedang berjaga melakukan pengamanan langsung menghadang tamu tak diundang tersebut, Rabu (27/2/2019).

Namun, satu orang oknum FPI berhasil masuk ke lokasi acara dan meminta acara tersebut dibubarkan sambil berteriak Ganti Presiden. Kapolres Tebing Tinggi AKBP Sunadi yang berada di lokasi kegiatan langsung memerintahkan anggota Polisi untuk mengamankan dan membawa sembilan orang ke Polres Tebing Tinggi untuk dimintai keterangan. Satu diantaranya dikembalikan karena merupakan pedagang di lokasi kegiatan.

Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto yang dikonfirmasi di lokasi kegiatan mengatakan kecewa dengan tindakan anarkis dan menjurus premanisme seperti itu. Inikan kegiatan agama, ada pelantikan dan baik karena menyampaikan kesejukan di masyarakat. "Saya kecewa dengan tindakan preman, ini tidak benar, harus dilawan. Negara tidak boleh kalah dengan sekelompok orang atau preman," katanya.

Ia menjelaskan Indonesia merupakan negara demokrasi berdasarkan pancasila dan undang undang dasar 1945. Indonesia bukan negara satu agama, semua agama memiliki Indonesia dan pejuang dahulu juga banyak agama dan suku bangsa. "Belum berkuasa saja mereka sudah sewenang wenang, hukum harus ditegakkan. Ini mereka masih diperiksa, kalau terbukti bersalah kemungkinan akan kita tahan," papar Agus.


Komentar Pembaca
Kemesraan Jokowi-Prabowo Belum Berlalu

Kemesraan Jokowi-Prabowo Belum Berlalu

SENIN, 15 JULI 2019 , 14:53:43

Lebih Baik Prabowo Mati Daripada Berkhianat

Lebih Baik Prabowo Mati Daripada Berkhianat

JUM'AT, 12 JULI 2019 , 14:15:15

Jokowi Jangan Beli Kucing Dalam Karung

Jokowi Jangan Beli Kucing Dalam Karung

KAMIS, 11 JULI 2019 , 17:38:25

Luhut Beri Hormat Pada ibu Ani Yudhoyono

Luhut Beri Hormat Pada ibu Ani Yudhoyono

SABTU, 01 JUNI 2019 , 19:43:00

Istri Gubernur Sambangi Kaum Dhuafa

Istri Gubernur Sambangi Kaum Dhuafa

SABTU, 25 MEI 2019 , 22:41:00

Sidak Kantor Samsat

Sidak Kantor Samsat

SENIN, 10 JUNI 2019 , 14:19:00



The ads will close in 10 Seconds