Melihat Lebih Dekat 'Melasti Hari Raya Nyepi 1941 Saka' Di Medan

Budaya  MINGGU, 03 MARET 2019 , 21:07:00 WIB | LAPORAN: ROBEDO GUSTI

Melihat Lebih Dekat 'Melasti Hari Raya Nyepi 1941 Saka' Di Medan

Foto/RMOLSumut

RMOLSumut. Hari ini, Minggu 03 Maret 2019 menjadi hari yang spesial bagi umat Hindu kota Medan dan sekitarnya karena tepat pada hari ini satu langkah prosesi hari raya Nyepi dapat dilalui yaitu melaksanakan upacara Melasti/Mekiyis. Melasti adalah upacara pensucian diri untuk menyambut hari raya Nyepi oleh seluruh umat Hindu di Indonesia. Upacara Melasti digelar untuk menghanyutkan kotoran alam menggunakan air kehidupan. Upacara Melasti dilaksanakan di pinggir pantai dengan tujuan mensucikan diri dari segala perbuatan buruk pada masa lalu dan membuangnya ke laut.

Dalam kepercayaan Hindu, sumber air seperti danau, dan laut dianggap sebagai air kehidupan (tirta amerta). Selain melakukan persembahyangan, upacara Melasti juga adalah pembersihan dan penyucian benda sakral milik pura (pralingga atau pratima Ida Bhatara dan segala perlengkapannya). Para pemangku berkeliling dan memercikan air suci kepada seluruh warga yang datang serta perangkat-perangkat peribadatan dan menebarkan asap dupa sebagai wujud pensucian. Pelaksaaan upacara Melasti dilengkapi dengan berbagai sesajian sebagai simbol Trimurti, 3 dewa dalam Agama Hindu, yaitu Wisnu, Siwa, dan Brahma, serta Jumpana, singgasana Dewa Brahma. Upacara ini dilaksanakan agar umat Hindu diberi kekuatan dalam melaksanakan Hari Raya Nyepi.

Melasti berasal dari kata Mala = kotoran/leteh, dan Asti = membuang/memusnahkan. Jadi Melasti artinya membuang dan menghilangkan segala bentuk kotoran untuk bisa kembali ke kesucian. Melasti dilaksanakan Tiga atau dua hari sebelum Nyepi, umat Hindu melakukan Penyucian dengan melakukan upacara Melasti atau disebut juga Melis/Mekiyis. Pada hari tersebut, segala sarana persembahyangan yang ada di Pura termasuk Pratima dan Pralingga diarak ke danau, laut atau pantai. Kita semua mengetahui bahwa laut merupakan sumber air yang terbesar, dimana seluruh sungai bermuara ke laut, dan dari laut pula asalnya air yang memberikan hidup dibumi ini. Air laut adalah simbul dari penghancur serta penghilang semua kotoran yang ada.

Karena itu, saat mekiyis kita membersihkan diri lahir bathin, melebur semua bentuk kotoran yang ada baik di dalam maupun diluar diri dan mendapatkan tirtha amerta. Pelaksanaan Melasti tidak mutlak harus bertempat dilaut. Bila di daerah-daerah tertentu yang jauh dari pantai, diperbolehkan Melasti disumber-sumber mata air yang bersih seperti danau atau pegunungan. Ini juga tidak bertentangan mengingat mata air yang ada di danau maupun pegunungan sesungguhnya berasal dari uap air laut yang telah menja dihujan.

Umat Hindu Medan sekitarnya yang berjumlah sekitar 500 orang yang di prakarsai oleh Suka Duka Dirgayusa Melaksanakan upacara Melasti tersebut di Pantai Pondok Permai kawasan Pantai Cermin Serdang Bedagai, turut hadir dalam acara tersebut Pembimas Hindu Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara (Bp. Antonikuil Sembiring, S.Ag., M.Si.), Pengurus PHDI Provinsi Sumatera Utara, PHDI Kota Medan, PHDI Deli Serdang, PHDI Serdang Bedagai, WHDI Sumut, ICHI Sumut dan seluruh umat Hindu Kota Medan sekitarnya.


Komentar Pembaca
Ribuan Santri Demo Fadli Zon

Ribuan Santri Demo Fadli Zon

JUM'AT, 08 FEBRUARI 2019 , 18:45:00

HSE TSE Pertamina Sungai Gerong Terbakar

HSE TSE Pertamina Sungai Gerong Terbakar

SENIN, 11 FEBRUARI 2019 , 09:33:00

Berastagi Scouting Challenges

Berastagi Scouting Challenges

SENIN, 18 FEBRUARI 2019 , 10:13:00



The ads will close in 10 Seconds