Menggugat Kepedulian Mahasiswa Atas Nasib Bangsa

Oleh Prof Dr. H.Hasim Purba, SH.MHum

OPINI  SELASA, 05 MARET 2019 , 07:46:00 WIB

Menggugat Kepedulian Mahasiswa Atas Nasib Bangsa

Prof. Hasim Purba/RMOLSumut

SEJAK Indonesia merdeka tahun 1945, bangsa Indonesia tidak pernah terbebas dari berbagai persoalan kebangsaan, baik yang menyangkut internal maupun eksternal. Di awal kemerdekaan yang menjadi persoalan mendasar adalah bagaimana dapat mempertahankan kemerdekaan 17 Agustus 1945 dari rongrongan bangsa penjajah. Dalam perjalanan berikutnya bangsa ini juga tidak mengalami jalan mulus dalam menata kehidupannya  yang telah diraih dengan tebusan tumpahan darah, nyawa para suhada pejuang bangsa dari rongrongan agresor penjajah yang ingin mengembalikan cengkraman kuku jajahannya dibumi persada nusantara.

Berbagai rongrongan dan gejolak yang berasal dari internal bangsa terus berkecamuk, bebagai rongrongan yang ingin mengganti idiologi Pancasila dan Keutuhan Bangsa terus bergulir dari berbagai kelompok dan kekuatan yang ingin membelokkan tujuan Bangsa dan Negara ini didirikan.
Beberapa  peristiwa kelam catatan sejarah yang mewarnai perjalanan bangsa Indonesia sejak kemerdekaan 17 Agustus 1945 telah menorehkan tinta emas perjuangan dan pengabdian Mahasiswa dan Pemuda lainnya dalam menyelamatkan kemerdekaan  dan membangun kembali bangsa ini menuju kemajuan, kesejahteraan, kemakmuran dan keadilan sebagai amanat konstitusi dan perjuangan para syuhada pendiri bangsa. Bahkan para Mahasiswa Indonesia juga mempunyai andil yang sangat besar dalam merebut kemerdekaan dari  tangan bangsa penjajah.

Berbagai pemberontakan yang terjadi setelah Indonesia Merdeka, seperti Pemberontakan PKI Madiun tahun 1948, Pemberontakan PRRI dan Permesta, Pemberontakan RMS 25 April 1950,  Pemberontakan OPM di Papua sejak tahun 1965 sampai saat ini, termasuk Pemberontakan G.30 S/PKI tahun 1965, mahasiswa yang tergabung dalam berbagai oranisasi kemahasiswaan mempunyai peran yang besar dalam mengatasi pemberontakan itu, sehingga Idiologi Pancasila dan Negara Kesatuan dan Bangsa Indonesia tetap eksis dan utuh.

Dalam kiprahnya Mahasiswa Indonesia juga tetap mempunyai andil untuk mengawal perjalanan bangsa ini sehingga terselamatkan dari berbagai bentuk penyelewengan oleh Rezim-rezim yang penah berkuasa mulai dari Rezim Orde Lama, Orde Baru. Bahkan dalam melahirkan Gerakan Reformasi yang mengakhiri kekuasaan Rezim Orde Baru tahu 1998, Mahasiswa yang tergabung dalam berbagai organisasi kemahasiswaan internal dan eksternal kampus telah mencatat tinta emas dalam perjalanan kehidupan bangsa ini. Namun saat ini timbul pertanyaan, kemanakah dan dimanakah Mahasiswa Indonesia saat ini.

Di tengah hiruk pikuk dan gonjang-ganjing pengelolaan kehidupan berbangsa dan bernegara yang berimbas kepada terseok-seoknya kehidupan Rakyat, serta adanya berbagai konflik sosial, konflik politik, konflik ekonomi dan disintegrasi Bangsa yang jelas-jelas potensial mengancam kehidupan Bangsa Indonesia, ternyata para Mahasiswa Indonesia bersikap abai, not care alias tak punya rasa tanggung jawab sosial (social responsibility). Kondisi ini sungguh sangat mengecewakan dan sekaligus mengkhawatirkan dimana para mahasiswa adalah generasi penerus bangsa ternyata tidak punya kepedulian dan rasa tanggung jawab terhadap berbagai persoalan yang dihadapi bangsa dan rakyat Indonesia.

Komentar Pembaca
Ribuan Santri Demo Fadli Zon

Ribuan Santri Demo Fadli Zon

JUM'AT, 08 FEBRUARI 2019 , 18:45:00

HSE TSE Pertamina Sungai Gerong Terbakar

HSE TSE Pertamina Sungai Gerong Terbakar

SENIN, 11 FEBRUARI 2019 , 09:33:00

Berastagi Scouting Challenges

Berastagi Scouting Challenges

SENIN, 18 FEBRUARI 2019 , 10:13:00



The ads will close in 10 Seconds