Mandailing Style

Oleh: Sohibul Anshor

OPINI  SENIN, 22 APRIL 2019 , 12:33:00 WIB

Mandailing Style

Sohibul Anshor/Net

Sebagai Kepala Negara Presiden Jokowi memegang kekuasan tertinggi atas Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara, yang dengan itu atas persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat dapat menyatakan perang, membuat perdamaian dan perjanjian dengan Negara lain, menyatakan keadaan bahaya, mengangkat Duta dan Konsul dan  menerima Duta negara lain, juga memberi grasi, amnesti, abolisi dan rehabilitasi, yang memberi gelaran, tanda jasa dan lain-lain tanda kehormatan. Dahlan Hasan Nasution tidak memahami itu.

Dengan laporan seperti itu, apalagi ditambah dengan bunyi narasi pada alinea kedua tentang pembangunan di Madina, semestinya Dahlan Hasan Nasution hanya dapat dikatakan santun dan tepat berkirim surat kepada Jokowi yang  Capres bernomor urut 01 dan yang sedang berhadapan dengan Prabowo Subianto. Jika ia ingin membuat tembusan, maka di dalam suratnya dapat disebut nama Eric Thohir, dan semua jajaran tim kampanyenya hingga ke leval terbawah. Ia juga terlarang menggunakan kertas remi dan stempel jabatan dalam pemerintahan Madina.

Narasi Dahlan Hasan Nasution pada alinea 3 mengaitkan pola pikir masyarakat yang takberhasil dibangun untuk mendukung pembangunan dengan indikator tidak memberi dukungan kepada Jokowi pada pemilu 2019. Mudah-mudahan Jokowi dan seluruh pejabat yang menjadi alamat surat tidak ikut-ikutan salah bahwa tak mendukung dan tak memilih Jokowi dalam pemilu 2019 sama sekali tidak boleh disebut tak mendukung pembangunan. Madina hanya tidak percaya kepada Jokowi dan mungkin juga kepada Dahlan Hasan dan orang-orang bersama dia.

Meski pun surat ini telah dengan sendirinya membuka tabir tentang keburukan pemerintahan Jokowi, namun Presiden RI dan Mendagri tidak dapat serta-merta memberi respon. Semua pejabat yang terkait dengan kepentingan kekuasaan pemerintahan di tingkat pusat tidak boleh menganggap surat ini pernah ada dan apalagi untuk diproses dengan pemberian persetujuan.

Tetapi jangan pernah karena kejadian ini (kekalahan Capres Jokowi di Madina) membuat agenda pembangunan yang menjadi tanggungjawab pusat tak segera terealisasi, termasuk akselerasi pembangunan lapangan terbang Bukit Malintang. Jangan pancing rakyat Indonesia mengajukan gugatan politik penerapan abuse of power dan trading in influence (perdagangan pengaruh).


Komentar Pembaca
Bersih-Bersih Kota Medan Ala Akhyar Nasution
Eyang, Saya dan mimpi tentang Indonesia

Eyang, Saya dan mimpi tentang Indonesia

SABTU, 14 SEPTEMBER 2019

Pergilah Wahai Pahlawan Bangsa

Pergilah Wahai Pahlawan Bangsa

KAMIS, 12 SEPTEMBER 2019

Pindah Ibukota Bakal Gagal

Pindah Ibukota Bakal Gagal

RABU, 11 SEPTEMBER 2019

Paripurna Pengesahan PAPBD TA.2019 Tidak Sah
Kenapa Rakyat Harus Kritik Jokowi

Kenapa Rakyat Harus Kritik Jokowi

JUM'AT, 06 SEPTEMBER 2019

Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

SABTU, 14 SEPTEMBER 2019 , 06:44:37

Celoteh Jokowi Tidak Ada Kebakaran Hutan Faktanya Nol Besar
JOKOWI TERUJI BERPENGALAMAN DALAM HAL KEGAGALAN

JOKOWI TERUJI BERPENGALAMAN DALAM HAL KEGAGALAN

KAMIS, 12 SEPTEMBER 2019 , 00:45:19

Pelantikan Siswa SMAN 1 Plus Matauli

Pelantikan Siswa SMAN 1 Plus Matauli

RABU, 24 JULI 2019 , 17:41:00

Prabowo Diantara Megawati dan Puan

Prabowo Diantara Megawati dan Puan

RABU, 24 JULI 2019 , 15:31:00

Bintang Kejora Dijahit Belanda

Bintang Kejora Dijahit Belanda

SENIN, 02 SEPTEMBER 2019 , 09:02:00