>

Pemilihan 2019 Dipaksakan, Rasyid: KPK Harus Usut KPU!

Politik  SELASA, 23 APRIL 2019 , 12:03:00 WIB | LAPORAN: TUAHTA ARIEF

Pemilihan 2019 Dipaksakan, Rasyid: KPK Harus Usut KPU!

Abdullah Rasyid/Net

RMOL. Komisi Pemilihan Umum (KPU) sedang mempertontonkan Pemilu paling tidak legitimate di Indonesia. Pasalnya, sampai saat Pemilu 17 April 2019 diadakan, penyelesaian dan verifikasi Data Pemilih Siluman sebanyak 17,5 Juta tidak ada kabarnya.

"KPU kan punya proses coklit dan anggarannya pun tidak sedikit. Kita tidak mendapati kabar bahwa data pemilih Pemilu ini telah bersih dari data siluman. Data Pemilih yang amburadul menjadi salah satu pintu terjadinya kecurangan. Kejadian ini mengancam kredibilitas Pemilu kita" demikian disampaikan Abdul Rasyid Direktur Sabang Merauke Institute yang pernah menjadi Komisioner KPU.

Politisi Demokrat ini juga mengatakan,
amburadulnya data Pemilih, seperti 17,5 juta data siluman yang gagal di-coklit dan hilangnya hak warga dalam memilih, mengakibatkan hilangnya kepercayaan rakyat pada pemilu kali ini.

Tentang kejadian banyaknya pemilih yang tidak dapat menunaikan haknya karena kurangnya surat suara, kata Rasyid bukan perkara ringan.

Paling sedikit ada dua kejahatan yang telah dilakukan, yaitu kejahatan Pemilu dan Pidana Korupsi.

Komentar Pembaca
Rachmawati Soekarnoputri Rangkul Golkar Dan PPP
Youth Enterpreneur Summit 2019

Youth Enterpreneur Summit 2019

SENIN, 08 APRIL 2019 , 11:26:00

PWI Sumut Apresiasi Asian Agri

PWI Sumut Apresiasi Asian Agri

KAMIS, 09 MEI 2019 , 18:24:00



The ads will close in 10 Seconds