Bukan Sekadar Angan

KBKC  MINGGU, 28 APRIL 2019 , 10:45:00 WIB

Bukan Sekadar Angan
Sreeek.. sreeek..” Terdengar suara langkah kaki penuh lelah ikut menyumbangkan keributannya, bersamaan dengan nyaringnya suara jangkrik yang meramaikan jalanan di tengah ladang sepi. Siang itu, Dirga baru saja menyelesaikan rutinitasnya. Bersekolah. Lebih tepatnya bergulat dengan tugas-tugas yang entah kenapa selalu saja menghantui kehidupannya. Ditambah lagi tekanan-tekanan yang diberikan oleh guru kepadanya. Karena sebagai siswa yang tergolong pintar, ia seolah selalu saja mendapat beban moril dari para guru agar  mampu mengerjakan soal-soal yang tidak bisa dikerjakan oleh siswa yang lainnya. Tetapi hal itu ia lakukan tanpa keterpaksaan. Ia melakukannya dengan ikhlas. Hitung-hitung mengasah kemampuan,”selalu begitu pikirnya ketika diperintahkan oleh guru untuk mengerjakan soal latihan.
Terik sekali cuaca siang ini,” keluhnya entah kepada siapa. Karena memang saat itu tak seperti biasanya, ia pulang seorang diri. Berhubung teman yang biasa pulang dengannya sedang sakit. Dan sekarang ia pun berencana untuk menjenguknya. Sambil menarik kerah baju seragam yang ia kenakan untuk menyapu tetesan keringat yang mengalir dilehernya, tiba-tiba ia teringat akan satu hal.
Oh iya, ibu kan menyuruhku untuk tidak pulang terlalu lama hari ini. Lantas mengapa aku berjalan santai begini? Ahh.. betapa bodohnya diriku”, ucapnya sambil menyadari bahwa kini penyakit lupanya sudah semakin menjadi.
Semoga saja ibu tak terlalu lama menungguku” tambahnya dalam hati.
    
Dua telapak kaki beralaskan sepatu buluk hampir tak layak pakai bergantian bergesekan cepat dengan tanah di ladang tak berpenghuni itu. Dirga memutuskan untuk berlari sprint saat ia ingat ibunya sedang menunggunya di rumah. Akibat ulahnya itu, debu-debu berhamburan di udara mempersempit jarak pandang mata. Tetapi tak sedikitpun ia berniat untuk mengurangi kecepatan larinya, hingga ia pun tiba di rumah.
   
Bu.. Ibu dimana?”, jeritnya dengan nafas tersengal. Ia segera berlari ke arah dapur mencari keberadaan ibunya.   
Ya ampun kamu ini! Ucapin salam dulu kalau mau masuk ke rumah”, tegur ibunya.   
Hehe.. maaf  bu. Assalamualaikum ibuku tersayang”, cengirnya sambil menggapai lengan ibu lalu menyalaminya.   

Komentar Pembaca
Cincin Untuk Emak

Cincin Untuk Emak

SABTU, 22 DESEMBER 2018

Malu Rasanya...

Malu Rasanya...

KAMIS, 06 DESEMBER 2018

CERMIN

CERMIN

RABU, 05 DESEMBER 2018

KBKC: dari Omong-omomg Akhirnya Move On

KBKC: dari Omong-omomg Akhirnya Move On

SENIN, 26 NOVEMBER 2018

Hari Pahlawan

Hari Pahlawan

SENIN, 12 NOVEMBER 2018

Kampret Dan Cebong Di Wajah Bahasa Kita

Kampret Dan Cebong Di Wajah Bahasa Kita

SELASA, 06 NOVEMBER 2018

Pelantikan Siswa SMAN 1 Plus Matauli

Pelantikan Siswa SMAN 1 Plus Matauli

RABU, 24 JULI 2019 , 17:41:00

Prabowo Diantara Megawati dan Puan

Prabowo Diantara Megawati dan Puan

RABU, 24 JULI 2019 , 15:31:00

Bintang Kejora Dijahit Belanda

Bintang Kejora Dijahit Belanda

SENIN, 02 SEPTEMBER 2019 , 09:02:00