>

Bangsa Ini Butuh Pemerintahan Yang Diridhoi Allah Swt

Oleh Prof Dr Hasim Purba, SH.MHum.

Perspektif Hukum  RABU, 01 MEI 2019 , 13:29:00 WIB

Bangsa Ini Butuh Pemerintahan Yang Diridhoi Allah Swt

Prof Dr Hasim Purba/RMOLSumut

Penyelenggaraan Pemilu Pilpres dan Pileg telah memasuki tahapan Perhitungan suara di Sistem Perhitungan  KPU yang konon katanya menggunakan sistem  IT yang canggih dan terjamin. Proses Pemilu terutama Pilpres cukup melelahkan dan telah membuat bangsa ini terbelah secara kentara, dimana ada  Rakyat yang Pro Pendukung Paslon Presiden/Wakil Presiden  01 yaitu Pasangan Jako Widodo " Ma’ruf Amin dan Paslon Prsiden/Wakil Presiden 02 yaitu Pasangan Prabowo Subianto " Sandiaga Salahuddin Uno.  Sejak dari awal Proses dan Tahapan Penyelenggaraan Pemilu 2019 telah banyak mendapat sorotan yang tajam dari berbagai Pihak tentang berbagai hal seperti  data DPT yang dianggap tidak valid, adanya Data Pemilih ganda dan bahkan issu DPT Siluman 17,5 Juta yang tidak pernah dikalrifikasi secara tuntas oleh pihak penyelenggara yaitu KPU. Lain lagi penggunaan kotak suara yang terbuat dari bahan kardus yang dianggap tidak layak dan ini terbukti saat ini banyak beredar berita di media sosial tentang banyaknya kotak suara yang rusak, hancur terkena air dan berbagai sebab lainnya. Berita adanya surat suara khusunya untuk surat suara Pilpres yang telah dicoblos untuk Paslon no.01. Berbagai kejanggalan dan penyimpangan  yang sudah berlangsung sejak dari awal seolah tak pernah digubris secara serius oleh KPU.

Pada tahap kampanye juga tidak kalah banyaknya penyimpangan dan kecurangan yang semuanya itu terlihat secara kasat mata  hanya menguntungkan Paslon Capres/Cawapres No.01. Pengerahan dan Pelibatan ASN, Pejabat dan Karyawan BUMN, dalam kampanye-kampnye yang digelar Paslon 01 jelas merupakan bentuk pelanggaran dan kecurangan yang membuat Proses Demokrasi Kedaulatan Rakyat menjadi ternodai. Lain lagi pengerahan aparatur negara sepert Oknum Personil TNI/Polri yang  tidak netral akan tetapi secara kasat mata jelas berpihak kepada Paslon 01.

Demikian juga Pada Tahap Pemungutan suara tanggal 17 April 2019 yag merupakan puncak momentum Rakyat Melaksanakan Kedaulatannya untuk menentukan siapa Calon Presiden/Wakil Presiden yang menjadi Pilihannya juga penuh diwarnai praktek-praktek kecurangan yang telah menyimpang dari amanah Konstitusi  UUD 1945 dan UU No. 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu yaitu keharusan untuk menyelenggarakan Pemilu yang Jujur dan Adil, namun kenyataan praktek-praktek kecurangan berjalan begitu terstruktur, sistematis, massif dan brutal. Mulai dari praktek kecurangan yang halus berupa tidak sampainya Surat Undangan panggilan memilih bagi sejumlah warga masyarakat  tertentu yang mengakibatkan mereka kehilangan hak pilihnya. Sampai kecurangan brutal beredarnya rekaman vidio di sejumlah daerah dan TPS-TPS yang ada di berbagai daerah di seluruh Indonesia tentang perbuatan tidak terpuji dari petugas-petugas KPPS yang mencoblos tumpukan kertas suara Pilpres untuk keuntungan Paslon No.1. Kecurangan-kecurangan brutal tersebut ternyata terus berlanjut sampai kepada perhitungan suara di TPS-TPS yang diwarnai indikasi praktek-praktek manipulasi data suara yang lagi-lagi bertujuan hanya untukmemenangkan dan menguntungkan Paslon no.01.

Perusakan dan pembongkaran kotak suara di gudang- gudang penyimpanan kotak suara yang tidak sedikit menimbulkan pertengkaran  antara Para Saksi dan Relawan yang ingin Pemilu Jujur dan Adil dengan Petugas PPK  KPU/Bawaslu yang di tingkan Kecamatan  dan Aparat Keamanan (Polri) yang ada di lokasi. Padahal Saksi-saksi dan Warga Masyarakat yang tergabung dalam Relawan hanya ingin mengawal agar Suara Rakyat yang telah menggunakan hak pilihnya tidak dicurangi atau dimanipulasi untuk keuntungan Paslo Capres/Cawapres Tertentu. Ternyata para saksi dan Relawan tersebut sungguh banyak mengalami tantangan dan kendala di lapangan, padahal apa yang mereka lakukan adalah dijamin konstitusi dan undang "undang guna mewujudkan Pemilu yang Jujur dan Adil. Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa para Petugas PPK ,Panwaslu dan Aparat Keamanan tidak wellcome terhadap kehadiran mereka...Tentunya ada hal-hal lain yang dilakukan sehingga tidak nyaman dengan kehadiran saksi-saksi dan Relawan-Relawan yang bekerja secara volunter untuk Pemilu yang Jujur dan Adil.

Pada tahap Perhitungan dan Rakapitulasi suara saat ini yang berlangsung di jajaran KPU juga ternyata tidak terlepas dari indikasi praktek-praktek kecurangan yang sebenarnya sudah pada tarap kategori Kejahatan Demokrasi. Praktek penginputan data dengan menggunakan sistem IT yang dimiliki KPU banyak diragukanpara pihak kebenaran dan kejujurannya. Banyaknya kasus yang  diberitakan mengenai  adanya penginputan data yang tidak sesuai data pada formulir C1 yang yang merugikan Paslon No. 02 dan menguntungkan Paslon No.01 dengan penambahan jumlah suara secara signifikan, jelas kejadian-kejadian tersebut tidak dapat dianggap sebagai kesalahan administrasi dan human erro oleh petugas operator belaka, tapi ini patut diduga sebagai bagian rangkaian praktek kecurangan dan kejahatan manipulastif secara terstruktur, sistematis, massif dan brutal yang sudah berlangsung dalam setiap tahapan yang tujuannya hanya satu untuk memenangkan Paslon No. 01 dengan cara apapun. Praktek-praktek lainnya yang nyata-nyata jauh dari prinsip Jujur dan Adil jelas akan menambah ketidak percayaan Rakyat terhadap hasil kerja KPU dan ini sangat membahayakan bagi persatuan dan keutuhan Bangsa ini, semoga para Komisioner KPU dari Pusat sampai ke Daerah  benar-benar mempertimbangkan dampak negatif yang mengancam Bangsa ini bila tidak berkaku Jujur dan Adil dalam menjalankan tugas sebagai Penyelenggara Pemilu 2019. Apakah Pemilu 2019 akan dapat melahirkan Pemimpin yang diridhoi Allah SWT...?.

Pilpres Yang Melahirkan Pemimpin Yang Diridhoi Allah SWT.

Komentar Pembaca
Luhut Beri Hormat Pada ibu Ani Yudhoyono

Luhut Beri Hormat Pada ibu Ani Yudhoyono

SABTU, 01 JUNI 2019 , 19:43:00

Istri Gubernur Sambangi Kaum Dhuafa

Istri Gubernur Sambangi Kaum Dhuafa

SABTU, 25 MEI 2019 , 22:41:00

Sidak Kantor Samsat

Sidak Kantor Samsat

SENIN, 10 JUNI 2019 , 14:19:00



The ads will close in 10 Seconds