Sani: Gubsu Lebih Gentlemen Dari Peserta Pilpres Yang Halalkan Segala Cara Untuk Bertahan Berkuasa

Politik  SABTU, 04 MEI 2019 , 03:57:00 WIB | LAPORAN: TUAHTA ARIEF

Sani: Gubsu Lebih Gentlemen Dari Peserta Pilpres Yang Halalkan Segala Cara Untuk Bertahan Berkuasa

Ustaz Sani Abdul Fatah/RMOLSumut

Pernyataan mundur Gubernur Sumatera Utara Edi Rahmayadi merupakan cermin dari sikap seorang satria. Hal itu berbanding terbalik bila disandingkan dengan para pemimpin yang haus akan kekuasaan dan menghalalkan segala cara untuk mempertahankan kekuasaannya.

"Itu lah bedanya sikap Pak Edi yang dengan kejantanannya mengatakan siap mengundurkan diri jika rakyat sudah tidak menghendakinya. Dan inilah sikap patriot seorang pemimpin itu," kata Ketua GNPF Ulama Kota Binjai Ustaz Sani Abdul Fatah kepada Kantor Berita RMOLSumut, Jumat (3/5).

Bila dibandingkan dengan pemimpin yang haus kekuasaan, sikap Edi yang gentlemen itu sepatutnya dinilai sebagai hal yang baik.

"Mestinya kan positif. Kita tau tak mungkinlah beliau mengundurkan diri. Dia Gubernur pilihan rakyat. Tak mungkin tak ada warga yang tak sudi dipimpinnya. Saya melihat itu semacam refleksi saja. Pak Edi yang seorang militer memiliki sifat ksatria dan bertanggung jawab serta tegas," kata aktivis PA 212 ini.

Lebih lanjut dikatakan Sani, pernyataan Gubsu itu berbanding balik dengan fenomena kecurangan hasil pilpres. Dimana menurut Sani, terjadi banyak kecurangan untuk mempertahankan posisi petahana, sementara sebagian besar rakyat sudah tak menghendaki kepemimpinan Presiden Joko Widodo.


Komentar Pembaca
Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

SABTU, 14 SEPTEMBER 2019 , 06:44:37

Celoteh Jokowi Tidak Ada Kebakaran Hutan Faktanya Nol Besar
JOKOWI TERUJI BERPENGALAMAN DALAM HAL KEGAGALAN

JOKOWI TERUJI BERPENGALAMAN DALAM HAL KEGAGALAN

KAMIS, 12 SEPTEMBER 2019 , 00:45:19

Pelantikan Siswa SMAN 1 Plus Matauli

Pelantikan Siswa SMAN 1 Plus Matauli

RABU, 24 JULI 2019 , 17:41:00

Prabowo Diantara Megawati dan Puan

Prabowo Diantara Megawati dan Puan

RABU, 24 JULI 2019 , 15:31:00

Bintang Kejora Dijahit Belanda

Bintang Kejora Dijahit Belanda

SENIN, 02 SEPTEMBER 2019 , 09:02:00