>

Menyesal Gwadar

OPINI  SENIN, 13 MEI 2019 , 10:37:00 WIB

Menyesal Gwadar

Dahlan Iskan / Net

SAYA menyesal gagal ke Gwadar. Meski polisi Pakistan benar, nyawa saya terancam di perjalanan. Minggu lalu kekhawatiran polisi itu terbukti. 14 orang asing disekap. Di tengah jalan. Dan ditembak mati. Semua.

Dua minggu sebelum itu juga. Sebelumnya lagi sama. Terjadi penembakan-penembakan.
Hari itu, saya akan nekat ke Gwadar. Waktu saya di Pakistan bulan lalu. Saya akan berangkat dari Lahore. Ke Quetta dulu. Ibu Kota negara bagian Baluchistan. Ke arah barat. Kira-kira 14 jam. Dengan jalan yang parah. Melewati pegunungan kering. Berbatu. Berpadang pasir.

Rencana saya dari Quetta baru ke arah selatan. Selama 14 jam lagi. Ke Gwadar. Ke pantai selatan. Pantai Samudera Hindia.

Di Gwadar lah proyek terbesar Tiongkok lagi dikerjakan. Senilai hampir Rp 1000 triliun. Berupa pelabuhan samudera. Dilengkapi Industrial estate. Terutama industri minyak dan kimia turunannya.

Proyek itu terletak di kawasan terisolasi. Dekat perbatasan Iran. Dikelilingi pegunungan tandus. Ribuan kilometer.

Komentar Pembaca
Luhut Beri Hormat Pada ibu Ani Yudhoyono

Luhut Beri Hormat Pada ibu Ani Yudhoyono

SABTU, 01 JUNI 2019 , 19:43:00

Istri Gubernur Sambangi Kaum Dhuafa

Istri Gubernur Sambangi Kaum Dhuafa

SABTU, 25 MEI 2019 , 22:41:00

Sidak Kantor Samsat

Sidak Kantor Samsat

SENIN, 10 JUNI 2019 , 14:19:00



The ads will close in 10 Seconds