>

Menyesal Gwadar

OPINI  SENIN, 13 MEI 2019 , 10:37:00 WIB

Menyesal Gwadar

Dahlan Iskan / Net

Saya pilih terbang ke Karachi. Menginap satu malam. Sekalian ingin tahu ruwetnya kota terbesar di Pakistan ini. Yang lalu-lintasnya unik: banyak Mercy tapi lebih banyak lagi bajaj, gerobak sepeda, gerobak keledai dan truk yang reot.

Di Karachi itulah saya pesan mobil. Saya tidak mau pakai pesawat, meski tiketnya lebih murah dari sewa sedan. Saya ingin tahu tandusnya alam menuju Gwadar.

Soal sembilan jam jalan darat tidak ada masalah. Di Amerika saya terbiasa naik mobil lebih jauh dari itu. Berhari-hari. Naik bus Greyhound maupun setir sendiri.

Saya bangun lebih pagi di Karachi. Ingin segera berangkat ke Gwadar. Ternyata macetnya bukan main. Ruwet pula. Sudah satu jam belum sampai batas kota. Padahal sudah lewat tol.

Yang tidak saya bayangkan: kota Karachi ternyata berbatasan langsung dengan propinsi Baluchistan bagian selatan. Berarti luas sekali wilayah Baluchistan ini. Sembilan jam dari timur ke barat. 16 jam dari utara ke selatan.


Komentar Pembaca
Luhut Beri Hormat Pada ibu Ani Yudhoyono

Luhut Beri Hormat Pada ibu Ani Yudhoyono

SABTU, 01 JUNI 2019 , 19:43:00

Istri Gubernur Sambangi Kaum Dhuafa

Istri Gubernur Sambangi Kaum Dhuafa

SABTU, 25 MEI 2019 , 22:41:00

Sidak Kantor Samsat

Sidak Kantor Samsat

SENIN, 10 JUNI 2019 , 14:19:00



The ads will close in 10 Seconds