>

Frustrasi Politik Pasca Pilpres

Sutrisno Pangaribuan, ST

OPINI  KAMIS, 16 MEI 2019 , 19:47:00 WIB

Frustrasi Politik Pasca Pilpres

Sutrisno Pangaribuan/RMOLSumut

TAHAPAN Pemilu 2019 telah memasuki Pleno di tingkat KPU Provinsi. Seluruh tahapan diikuti saksi partai politik, saksi pasangan calon presiden, dan saksi calon DPD. Semua tahapan terbuka untuk pers, dan setiap saat dapat diberitakan secara terbuka.

Kelompok masyarakat yang sedang membangun narasi kecurangan Pemilu 2019  sesungguhnya tidak mewakili rakyat. Mereka  hanya mewakili rasa frustrasi dari sekelompok kecil masyarakat.

Mereka sedang berusaha mencari perhatian publik, dan pihak yang menang. Bahkan mengancam akan menggerakkan people power agar nantinya dibujuk, diajak untuk duduk bersama, demi dan atas nama persatuan dan kesatuan bangsa.

Mempersoalkan Pilpres secara parsial merupakan inkonsistensi dan kesesatan berpikir. Apalagi tanpa rasa kemanusiaan mencoba mempertanyakan kematian para penyelenggara dan stakeholders Pemilu 2019 dengan narasi biadab. Sungguh tidak seorangpun dari kita menginginkan kematian mereka.

Membahas kematian mereka secara terbuka dan berulang, sama sekali bukan sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan. Frustrasi politik memaksa mereka mengeksploitasi kematian penyelenggara Pemilu secara biadab, demi meraih dukungan publik untuk menolak hasil Pilpres 2019.


Komentar Pembaca
Luhut Beri Hormat Pada ibu Ani Yudhoyono

Luhut Beri Hormat Pada ibu Ani Yudhoyono

SABTU, 01 JUNI 2019 , 19:43:00

Istri Gubernur Sambangi Kaum Dhuafa

Istri Gubernur Sambangi Kaum Dhuafa

SABTU, 25 MEI 2019 , 22:41:00

Sidak Kantor Samsat

Sidak Kantor Samsat

SENIN, 10 JUNI 2019 , 14:19:00



The ads will close in 10 Seconds