Gus Irawan: Pintu Perlawanan Lewat Jalur Hukum Ditutup

Politik  SELASA, 21 MEI 2019 , 13:10:00 WIB | LAPORAN: ROBEDO GUSTI

Gus Irawan: Pintu Perlawanan Lewat Jalur Hukum Ditutup

Gus Irawan Pasaribu/RMOLSumut

Ketua DPD Gerindra Sumut Gus Irawan Pasaribu sekaligus ketua Badan Pemenangan Provinsi (BPP) pasangan calon presiden nomor 02 mengaku semua langkah hukum sudah tertutup untuk melakukan gugatan pilpres.

"Keberpihakan yang dipertontonkan di negeri ini sudah jelas. Bukti kecurangan pun massif. Lalu dimana optimisme kita jika ingin menggugat hasil Pilpres ke Mahkamah Konstitusi (MK)," kata Gus Irawan Pasaribu, di BPP Jl. Setiabudi Medan, Selasa (21/5/2019). Dia didampingi Kamsir Aritonang, bendahara DPD Gerindra Sumut.

Pihaknya pun sudah merasa dicurangi sejak awal. "Bagaimana mungkin nalar sehat kita bisa menerima hasil Pilpres diumumkan pk.02.00 dinihari tadi. Wah, coba bagaimana aturan dan tanggungjawab para penyelenggara negara terhadap amanah rakyat," jelasnya.

Gus Irawan Pasaribu mengatakan Langkah ke MK itu sudah bisa ditebak hasilnya. "Sekarang saja banyak pengaduan kita ke Bawaslu tapi tidak ditindaklanjuti. Atau diputus tidak terbukti. Padahal kita sertakan bukti-bukti valid. Maka wajar kalau kami simpulkan pemilu ini adalah yang paling brutal sepanjang sejarah bangsa Indonesia," jelasnya.

Menurut dia, perjuangan terhadap hasil Pilpres ini tidak akan berada di kooridor hukum. "Kalau dilihat semangat masyarakat, sepertinya perjuangan akan berlanjut di jalanan. Langkah menggugat ke MK hanya akan menghabiskan energi lalu hasilnya pun sudah bisa ditebak," ungkapnya.

Dia mengatakan saat ini akumulasi massa yang bertolak ke Jakarta untuk ikut dalam aksi 22 Mei tak terbendung. "Masyarakat merasa jadi korban kecurangan. Suara yang mereka berikan saat Pemilu tidak dijaga. Padahal itu amanah," ungkapnya.

Menurutnya, pintu perlawanan di muka bumi ini sudah tertutup karena sikap aparat penegak hukum. "Itu sebabnya pun kemarin kita gelar doa dan buka bersama dengan 1.000 anak yatim di Medan. Karena itu setidaknya menjadi jalan membuka pintu langit," tambahnya.

"Harapan kita saat ini hanya pada Yang Maha Kuasa. Doa dari masyarakat, alim ulama, anak yatim, kaum duafa setidaknya menjadi bagian dari perjuangan," ungkapnya. Selain itu Gus Irawan juga menganalisis jalannya pemerintahan lima tahun ke depan akan sangat sulit.

"Jika melihat potensi konflik serta penolakan masyarakat terutama para ulama terhadap pemerintahan sekarang, akan membuat negara ini sulit bergerak," kata dia. Menurutnya, pemerintah akan sulit mengakomodasi para ulama dan tokoh masyarakat karena refresifnya aparat.


Komentar Pembaca
Ace Hasan Syadzily: Manuver Bambang Soesatyo Biasa Saja
PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

KAMIS, 19 SEPTEMBER 2019 , 22:10:26

RIAU TOLAK RELAWAN DARI JAKARTA, ANIES MENJAWAB ELEGAN
Prabowo Diantara Megawati dan Puan

Prabowo Diantara Megawati dan Puan

RABU, 24 JULI 2019 , 15:31:00

Pelantikan Siswa SMAN 1 Plus Matauli

Pelantikan Siswa SMAN 1 Plus Matauli

RABU, 24 JULI 2019 , 17:41:00

Bintang Kejora Dijahit Belanda

Bintang Kejora Dijahit Belanda

SENIN, 02 SEPTEMBER 2019 , 09:02:00