KA KAMMI Minta Polri Beri Informasi Lengkap Korban 22 Mei

Politik  JUM'AT, 31 MEI 2019 , 13:03:00 WIB

Kericuhan yang terjadi pada 21 dan 22 Mei dinilai telah mengotori demokrasi di Indonesia.

Koordinator Tim Advokasi Korban Tragedi Pemilu 21-22 Mei 2019, Keluarga Alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KA KAMMI) Slamet Hasan menilai bentrokan yang terjadi antara polisi dan para perusuh yang mengakibatkan  delapan orang tewas dan ratusan mengalami luka-luka patut disayangkan.

Demonstrasi, kata dia, seharusnya dipahami secara jernih oleh negara sebagai konsekuensi dari proses demokrasi.

Namun sayang, peristiwa demokrasi tersebut dikotori dengan kericuhan yang menyebabkan delapan orang meninggal dunia, ratusan orang mengalami luka-luka baik ringan dan berat, serta ratusan orang lainnya ditangkap dan ditahan pihak kepolisian," ucapnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (31/5).

Slamet menilai, pihak kepolisian telah gagal menahan massa tanpa ada kekerasan, sehingga menimbulkan korban luka maupun korban jiwa.


Komentar Pembaca
Generasi Golkar Kehilangan Sentuhan Soeharto

Generasi Golkar Kehilangan Sentuhan Soeharto

MINGGU, 22 SEPTEMBER 2019 , 21:46:52

Ace Hasan Syadzily: Manuver Bambang Soesatyo Biasa Saja
PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

KAMIS, 19 SEPTEMBER 2019 , 22:10:26

Bintang Kejora Dijahit Belanda

Bintang Kejora Dijahit Belanda

SENIN, 02 SEPTEMBER 2019 , 09:02:00

Bobby Nasution Dan Sutrisno Pangaribuan

Bobby Nasution Dan Sutrisno Pangaribuan

MINGGU, 28 JULI 2019 , 15:14:00

Turun Jumpai Buruh

Turun Jumpai Buruh

RABU, 28 AGUSTUS 2019 , 09:31:00