>

Pansel KPK, "Koruptor" Itu Anti Radikalisme!

OPINI  JUM'AT, 21 JUNI 2019 , 11:24:00 WIB | LAPORAN: ROBEDO GUSTI

Pansel KPK,

Pansel KPK/Net

KESEMPATAN baik menjadi Tim Seleksi Calon Pimpinan KPK dimanfaatkan dengan buruk oleh para penerima mandat. Terlepas dari ada atau tidaknya paham radikalisme yang katanya sudah mulai memasuki gedung KPK.

Pernyataan Ketua Timsel Capim KPK Yenti Garnasih sangat mengganggu bahkan memiliki efek yang 'mengerikan' bagi sebuah bangsa. Karena akan menciptakan rasa takut bahkan ketakutan itu telah meliputi lembaga negara.

Menggandeng Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam seleksi Calon Pimpinan KPK bukan hanya merusak citra bangsa Indonesia, tetapi menghancurkan kredibilitas pemberantasan korupsi yang selama ini telah bekerja secara baik.

Negara seakan-akan telah diliputi oleh radikalisme dan terorisme, sehingga setiap sudut dan ruang bernegara harus dijaga dari paham itu. Sekarang nurani kita dipaksa untuk menyaksikan semacam dramatisasi ini.

Menjadi Capim KPK mungkin hal yang tidak mudah, dan harus memiliki track record yang jelas, dengan disiplin ilmu hukum yang jelas. Tidak mudah orang menjadi Capim KPK, apalagi lembaga ini merupakan lembaga penting untuk menegakkan moralitas pejabat negara.


Komentar Pembaca
Luhut Beri Hormat Pada ibu Ani Yudhoyono

Luhut Beri Hormat Pada ibu Ani Yudhoyono

SABTU, 01 JUNI 2019 , 19:43:00

Istri Gubernur Sambangi Kaum Dhuafa

Istri Gubernur Sambangi Kaum Dhuafa

SABTU, 25 MEI 2019 , 22:41:00

Sidak Kantor Samsat

Sidak Kantor Samsat

SENIN, 10 JUNI 2019 , 14:19:00



The ads will close in 10 Seconds