>

Banjir Medan, Ini Soal Leadership dan Semrawutnya Tata Kota

OPINI  JUM'AT, 21 JUNI 2019 , 13:01:00 WIB

Banjir Medan, Ini Soal Leadership dan Semrawutnya Tata Kota

Banjir Kota Medan/Net

Setiap air hujan turun dengan lebat atau deras, meskipun hanya beberapa menit dan tidak sampai hitungan jam. Kota Medan selalu mengalami banjir.

Meskipun Kota Medan pada tanggal 1 Juli 2019 mendatang berusia 429 tahun, rupanya hal itu bukan jaminan menjadikan Kota Medan sebagai tempat yang bisa terbebas dari banjir.

Pemerintah Kota Medan tidak meletakkan banjir sebagai sesuatu yang harus diselesaikan secara baik. Tapi mengatasi banjir sekadar tambal sulam. Begitu banjir, barulah semua ribut.

Banjir kota Medan tidak hanya soal Fenomena Alam. Disitu ada soal Leadership dan Manajemen Kota yang Semrawut

Walikota Medan beberapa Periode ini tidak pernah belajar dari Sejarah, padahal dulunya Medan dibangun pada Jaman Belanda sebagai kota Anti Banjir. Saat Kota Medan didirikan, pindah dari Labuhan Deli ke kawasan sekitar Lapangan Merdeka akhir abad 19, salah satu alasannya adalah masalah banjir.

Labuhan Deli tidak bisa dikembangkan sebagai kota modern karena selalu dan terancam banjir. Untuk itu Medan didirikan sebagai kota anti-banjir dan dipilihlah lokasi yang berdekatan dengan dua alur sungai (Sei Deli dan Sei Babura) yang bisa cepat mengurai banjir. Para desainer awal kota Medan tidak mau mengulang Batavia yang evolusi kotanya selalu banjir sejak zaman J Pieter J Coon 1621.

Sebagai kota baru, bergaya 100 persen peradaban kota Eropa, maka kota Medan sejak didirikan telah melibatkan ahli-ahli pengelolaan banjir dari Belanda.

Komentar Pembaca
Luhut Beri Hormat Pada ibu Ani Yudhoyono

Luhut Beri Hormat Pada ibu Ani Yudhoyono

SABTU, 01 JUNI 2019 , 19:43:00

Istri Gubernur Sambangi Kaum Dhuafa

Istri Gubernur Sambangi Kaum Dhuafa

SABTU, 25 MEI 2019 , 22:41:00

Sidak Kantor Samsat

Sidak Kantor Samsat

SENIN, 10 JUNI 2019 , 14:19:00



The ads will close in 10 Seconds