Organda Masih Menolak Peresmian Grab Bandara Di KNIA

Peristiwa  RABU, 10 JULI 2019 , 11:37:00 WIB | LAPORAN: ROBEDO GUSTI

Organda Masih Menolak Peresmian Grab Bandara Di KNIA

Grab/Net

Organisasi Angkutan Darat (Organda) mendesak agar pemerintah menunda peresmian Grabcar Airport atau Grab Bandara yang rencananya akan di resmikan oleh Menteri Perhubungan di Bandara Kualanamu Internasional (KNIA) pada Kamis (11/7/2019) besok.

Ketua Angkutan Sewa Khusus (ASK) Organda Mebidangro (Medan-Binjai-Deli Serdang-Karo) Frans Simbolon SE mengatakan kebijakan untuk meresmikan angkutan berbasis online tersebut harus dikaji ulang sebab hal tersebut akan melanggar aturan soal kendaraan yang menjadi angkutan umum resmi.

"Mou itu menyalahi aturan, karena tadinya itu yang mau dilengkapi kendaraannya dengan aplikasi online adalah angkutan taksi pemadu moda konvensional yang plat kuning. Ini malah taksi plat hitam, jadi disalahgunakan," katan Frans, didampingi Ketua Organda Medan Mont Gomery Munthe, Rabu (10/7/2019).

Salah satu hal yang melatarbelakangi penolakan ini yakni karena saat ini angkutan pemadu moda yang sejak awal menjadi angkutan umum resmi di Bandara Kuala Namu Internasional pendapatannya semakin tidak memadai. Dibeberkan olehnya, MoU yang dibuat oleh PT Angkasa Pura (AP) II Bandara Kualanamu dengan Perusahaan Aplikasi Grab dan Vendor sebagai pengelola angkutan taksi bandara berbunyi memfasilitasi angkutan taksi resmi bandara plat kuning dengan akses aplikasi yang dibuat oleh Grab dengan jumlah kuota yang disepakati 344 unit kendaraan taksi resmi bandara.

"Namun pelaksanaan MoU tersebut sepertinya disalah gunakan oleh Vendor dan Grab dimana taksi resmi bandara plat kuning yang difasilitasi dengan aplikasi masih berjumlah 86 unit dari jumlah 344 unit. Kemudian sisanya Grab membonceng angkutan online seperti avanza xenia dan lain-lain yang plat hitam difasilitasi aplikasi Grab Bandara. Inilah yang menjadi biang kegaduhan dan merugikan supir supir taksi resmi bandara," tegasnya.


Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

Bersih-Bersih Sungai

Bersih-Bersih Sungai

SELASA, 25 JUNI 2019 , 13:15:00

Pelantikan Siswa SMAN 1 Plus Matauli

Pelantikan Siswa SMAN 1 Plus Matauli

RABU, 24 JULI 2019 , 17:41:00

Prabowo Diantara Megawati dan Puan

Prabowo Diantara Megawati dan Puan

RABU, 24 JULI 2019 , 15:31:00